Harianpilar.com, Bandarlampung – Nasib kaum tani Indonesia termasuk Lampung saat ini masih jauh dari kata sejahtera. Petani masih dibayang-bayangi berbagai persoalan serius mulai dari permainan harga produk pertanian, mafia pupuk, hingga masih belum dijalankannya reforma agraria.
Momentum Hari Tani Nasional tahun 2017 ini harus di jadikan tonggak untuk terus mendorong agar Negara hadir dan melawan berbagai musuh petani itu.
Hal itu di sampaikan Ketua Badan Hukum Partai Nasdem Lampung Wahrul Fauzi, belum lama ini.
Menurutnya, persoalan yang di hadapi petani masih sangat komplek.”Di Lampung sendiri petani masih menghadapi berbagai masalah. Seperti belum lama ini petani menjerit karena harga singkong dan karet anjlok, belum lagi masalah lingkaran mafia pupuk yang masih bercokol kuat, ketersediaan bibit yang tidak produktif, belum lagi permainan tengkulak yang kian menghisab di tataran arus bawah petani,” tandasnya.
Selain itu, lanjutnya, akses keadilan dan keketersediaan tanah yang masih rendah hingga berbagai konflik yang tak kunjung diselesaikan makin lendera kaum tani.”Untuk itu Bahu Nasdem mendesak pemerintah pusat dan daerah agar konsentrasi dan kongkrit memperjuangkan nasib kaum tani,” tandasnya.
Pemerintah, lanjutnya, juga harus memastikan regulasi stabilitas harga produk tani sehingga harga-harga tidak mudah di permainkan. “Penegak hukum juga harus berpihak pada petani. Tangkap dan miskinkan para mafia pupuk. Pemerintah dan penegak hukum harus memberikan rasa keadilan dalam maslah hukum kaum tani,” pungkasnya. (Maryadi)









