oleh

TPS Kotaagung Tak Mampu Tampung Sampah

Harianpilar.com, Tanggamus – Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus tidak mamu lagi menampung sampah rumah tangga. Pasalnya, sampah rumah tangga berasal dari tiga kelurahan yakni Kuripan, Baros dan Pasarmadang, dalam setiap hari tonasenya cukup banyak.

Hal inilah menjadi penyebab sering overnya TPS oleh sampah rumah tangga. Pemkab Tanggamus melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Tanggamus menggagas tempat pembuangan sampah 3 R (Reduce, Reus, Recycle) usaha Bank Sampah di wilayah Kecamatan Kotaagung seperti di Pekon Gisting Bawah, Kecamatan Gisting yang saat ini sudah berjalan.

Menurut, Kepala Bidang, Kebersihan dan Pertamanan A.Rahman TPS 3R, merupakan salah satu solusi mengelola sampah yang dianggap sebagian masyarakat tidak bermanfaat menjadi bernilai ekonomis.

“Nantinya sampah dipilah-pilah, misal plastik, kertas dan bahan yang bisa didaur ulang dikumpulkan, lalu dibawa ke TPS 3R, nah, nantinya setiap sampah ada nilainya sendiri, bisa ditukar dengan sembako, uang atau pulsa listrik,” ujar Rahman mewakili Kepala DPKP Tanggamus Mukifli Novem, Rabu (23/8/2017).

Dengan adanya pemilahan lanjut Rahman, maka sampah yang dibuang ke TPS adalah sampah yang memang sudah tidak bernilai lagi.”Dengan demikian, sampah di TPS akan berkurang.Saat ini sudah dilakukan sosialisasi ke masyarakat di Keluarahan Kuripan yang bekerjasama dengan LSM Kompas. Melalui sosialisasi ini, harapannya pola pikir masyarakat berubah dan bisa menghasilkan uang hanya dari sampah,” katanya.

Rahman juga mengakui bahwa, TPS 3R sudah berjalan dibeberapa pekon, seperti Pekon Purwodadi, Gisting Bawah dan Kutadalom Kecamatan Gisting.”Di tiga pekon itu pengelolaan sampah 3R sudah berjalan. Untuk petugas soklinya saja bisa bergaji Rp1,5 juta/bulan, hanya dari sampah,” ujarnya.

Nantinya lanjut Rahman, antara TPS 3R dan Bank Sampah di Way Som Kecamatan Kotaagung akan teritegrasi, namun, TPS 3R bisa tetap berjalan,walaupun bank sampah belum beroperasi.” Bisa berjalan kendati bank sampah belum jalan, saat ini bank sampah sudah diserahkan kepihak ketiga yakni koperasi, mesin juga sudah ada, sekarang tinggal meletakan mesin kedalam bangunan dan ini memerlukan biaya, mungkin kendalanya disitu,” tandasnya. (Agus/Mar)