Harianpilar.com, Bandarlampung – Universitas Bandar Lampung (UBL) untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah Ujian Sertifikasi Profesi Pembiayaan Indonesia (SPPI) Provinsi Lampung, 2017. Menurut Relationship Manager PT Sertifikasi SPPI, Giovanny Eveline Wirhana, S.Kel, ujian ini yang dilangsungkan dua hari, terhitung 15-16 Agustus 2017, bertempat di Aula Gedung F, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman UBL. “Puji Tuhan, UBL mampu menjadi tuan rumah yang baik, dengan fasilitas yang baik, serta lokasi strategis ditengah Kota Bandar Lampung,”jelas Eveline.
Dalam kesempatan itu, Eveline mengucapkan apresiasinya kepada UBL, yang memberikan kesempatan SPPI mengadakan ujian bagi hampir ribuan peserta se-Lampung. Ujian ini diperuntukan bagi para pegawai perusahaan pembiayaaan untuk mendapatkan sertifikasi resminya.
Untuk teknisnya, ujian ini terbagi dua bagian yakni ujian sertifikasi profesi bagi 300 peserta. Selanjutnya, ada tes collector action dibidang pembiayaan dan penagihan bagi 600 orang. Seluruh peserta tes merupakan pekerja,staf, direksi hingga karyawan dari seluruh perusahaan pembiayaan se-Lampung.
“Dengan ujian ini, inputnya bagi masyarakat mengetahui ada tes sertifikasi seperti ini, yang diadakan di UBL. Selain itu, dengan kegiatan ini public mengetahui, sudah ada bentuk kerjasama UBL dengan SPPI, khususnya di wilayah Lampung,”paparnya.
Selain itu, Evelin yang juga Koordinator Panitia Tes Sertifikasi SPPI ini berharap dari kesempatan UBL sebagai tuan rumah tes, dapat dilanjutkan dengan berbagai kerjasama lainnya. Terutama, untuk lebih mengintensifkan dan memasifkan pemberian sertifikasi bagi pekerja pembiayaan di Indonesia. “Kami harap UBL dapat terus mendukung segala kegiatan kami,”pintanya.
Terpenting, kegiatan ini semoga bisa diteruskan ditahun-tahun berikutnya. Terlebih, banyaknya perusahaan dibidang pembiayaan. Tentu, butuh banyak tenaga tersertifikasi yang diakui oleh negara. Kita akan melakukan (tes) ini lagi dan berharap UBL tuan rumahnya,”harapnya.
Terkait tes ini, Eveline mengaku masa sertifikasi tes ini berlaku untuk tiga tahun mendatang. Bila masanya habis, maka setiap peserta yang tersertifikasi wajib memperbaruhinya lagi, dengan ujian resmi yang diadakan SPPI dengan pihak perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai mitra kerjasama.
“Dengan kesempatan pertama ini, kami merasa cukup puas dengan segala bantuan dan fasilitas yang diberikan oleh UBL. Kami berharap UBL dapat terus meneruskan kerjasama ini dengan SPPI, kami akan juga menyelenggarakan ujian refreshment/penyegaran ditahun depan,”tuturnya.
Dipihak UBL, panitia lokal UBL Heny mengapresiasi pemilihan kampusnya sebagai tes SPPI 2017. “Kami berterima kasih atas kepercayaan SPPI kepada UBL sebagai partner dalam sertifikasi, yang diikuti seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua,”harapnya.
Baginya langkah UBL yang membantu pengadaan ujian sertifikasi SPPI bertujuan sebagai bentuk pengaplikasian tridarma perguruan tinggi, terutama dibidang pengabdian masyarakat. Terlebih, ujian sertifikasi ini merupakan bagian dari komponen pengambilan pengesahan standarisasi kompetensi para pekerja dibidang naungan SPPI.
“Alhamdulillah secara keseluruhan ujian berlangsung lancar. Seluruh peserta tampak sangat serius dan fokus mengerjakan soal demi soal yang dihadapinya. Mereka harus berpacu dengan waktu untuk dapat menyelesaikan soal ujian sertifikasi dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, pemahaman dan ketelitian atas pengerjaan soal juga menjadi hal yang tak terpisahkan dari ujian sertifikasi ini,” tukasnya. (Mar/Lis)









