oleh

Wabup Tanggamus Naikkan Insentif Guru Honor

Harianpilar.com, Tanggamus – Wakil Bupati Tanggamus Samsul Hadi berjanji akan menaikkan insentif guru sekolah swasta sebesar 35 persen dari Rp150 menjadi Rp200 perbulan.

Hal itu disampaikan Samsul Hadi dalam agenda silaturahmi dan pembinaan kepada anggota Persatuan Guru Honor Murni (PGHM) di Gedung NU Pekon Gisting Atas Kecamatan Gisting Kabupaten setempat.

Dalam kesempatan itu Samsul menyampaikan bahwa, kondisi indeks pembangunan manusia di Tanggamus yang saat ini berada di peringkat 14 dari 13 kabupaten dan dua kota madya.

“Saya tekankan kepada seluruh guru pengajar agar cepat tanggap, berkualitas dan profesional dalam mendidik. Guru juga diharapkan bisa memotivasi peserta didik untuk membangun karakter positif yang sesuai dengan kepribadian masing-masing. Sebab ini berimbas pada indeks prestasi pendidikan,” ujar Samsul, Jumat (4/8/2017).

Wakil Bupati Tanggamus, Hi.Samsul Hadi, dalam kesempatan itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada guru honor murni karena pemkab belum bisa memberikan imbalan yang sesuai atas jasa yang diberikan. Sebabnya tahun ini mereka baru menerima insentif Rp 150 ribu ditambah dengan gaji yang diberikan dari sekolah masing-masing. Namun iapun berjanji akan mengupayakan untuk kenaikan gaji guru honor tersebut di tahun 2018.

“Targetnya ada kenaikan insentif menjadi Rp 200 pada tahun depan, dan akan berikan seragam baru untuk anggota PGHM yang sekarang berjumlah sekitar 1.700 dari 2.000 guru,” katanya.

Samsul juga menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih atas peran aktif para guru guna mencerdaskan peserta didik. Hal itu dilakukan tanpa kenal lelah agar anak didik menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan, dan berikan faedah bagi bangsa dan negara.

“Saat ini pemkab terus bersemangat melaksanakan pengembangan dan pembangunan di sektor pendidikan. Guru merupakan komponen penting dalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan guru yang berkualitas dan profesional dalam mendidik ilmu pengetahuan sesuai dengan mata pelajaran,” ujar Samsul.

Sebagai kepala daerah, Samsul Hadi mengatakan bahwa, dirinya akan meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tanggamus untuk menambah anggaran pendidikan dalam APBD 2018. Penambahan anggaran salah satunya untuk meningkatkan insentif anggota PGHM. Harapannya dengan tambahan anggaran kualitas pendidikan di Tanggamus bisa meningkatkan.

“Masa depan bangsa Indonesia ada di tangan guru. Saya mengajak kepada seluruh guru yang ada di Tanggamus untuk terus meningkatkan kemampuannya demi tercapainya anak-anak yang cerdas dan mampu bersaing di negeri sendiri ataupun di luar negeri. Didiklah anakmu jangan seperti engkau didik ayahmu, karena anakmu akan hidup di jamannya bukan di jamanmu,” pesan Samsul.

Terpisah, Kepala Bappeda Tanggamus Hendra Wijaya mengaku bersedia menambah anggaran pendidikan dalam APBD 2018. Anggaran itu bisa digunakan untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek), menggelar pendidikan kejar paket B dan C, serta keperluan lainnya.

“Untuk nilai penambahan anggaran kami belum bisa pastikan sebab harus ada kesepakatan antara tim anggaran daerah (pemkab) dan badan anggaran daerah (DPRD),” ujar Hendra.

Lebih lanjut Hendra Wijaya, dalam hal ini indeks pembangunan masyarakat didasari indeks kesehatan, indeks tingkat pendidikan, dan indeks daya beli. Untuk indeks tingkat pendidikan didasari lama bersekolah yang standar minimnya pendidikan sembilan tahun.

“Lalu indeks melek huruf yang diatasi dengan adanya program kejar paket di program kegiatan belajar mengajar (PKBM),” terang Hendra. (Agus/Mar)