oleh

Ridho: Penyediaan Fasilitas Kesehatan Tanggungjawab Negara

Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Heri Suliyanto mengatakan Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas kesehatan dan pelayanan umum yang layak.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Lampung di Hotel Novotel, pada Jum’at (28/07/2017).

Heri juga menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai amanat  UUD 1945 dan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

“Sektor Kesehatan merupakan salah satu prioritas dan unggulan Gubernur dalam penyelenggaraan pembangunan di Provinsi Lampung. Pentingnya pembangunan kesehatan sejak dalam kandungan, bayi, balita, remaja, usia produktif sampai usia lanjut,” ujar Heri.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama  pemerintah pusat mensupport  kabupaten/kota melalui program/kegiatan ataupun pembiayaan.  Hal ini tentunya juga harus diimbangi dengan progress pembangunan masing-masing daerah.

Dalam Laporannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung  dr. Reihana menyampaikan Rakerda dengan tema Mewujudkan Lampung Sehat dengan Pendekatan Keluarga dan Gerakan untuk Hidup Sehat (Germas) ini diharapkan dapat memberikan sosialisasi dan informasi kebijakan program pembangunan kesehatan serta teridentifikasinya berbagai permasalahan spesifik masing-masing daerah, utamanya yang terkait dengan pelaksanaan PIS-PK, SPM dan Germas.

Rakerkesda ini diikuti oleh 70 orang yang berasal dari seluruh  Provinsi Lampung, terdiri dari 30 orang peserta dari kabupaten/kota dan 40 peserta dari lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

“Rakerkesda yang diselenggarakan selama 2 hari pada tanggal 28 s.d 29 Juli 2017 ini rencananya akan dilakukan dialog interaktif langsung dengan ibu Kemenkes RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) dengan membahas PIS-PK dan SPM, Gerakan Masyarakat (Germas) dan sistem Rujukan Kesehatan” ujarnya.

Keberhasilan pembangunan sarana dan prasarana bidang konstuksi merupakan bagian dari pembangunan nasional yang dapat menjadi pendorong laju pertumbahan ekonomi. Untuk itu Pemerintah Provinsi Lampung berharap Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Provinsi Lampung, dapat berperan aktif dengan Pemerintah dalam hal pembangunan infrastuktur di Provinsi Lampung.

Hal ini diungkapkan Asisten Bidang Ekbang, Adeham saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II DPD Askonas Provinsi Lampung, di Hotel Whiz Prime, jum’at (28/07/2017) mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung pada 2017 ini terus melaksanakan program kerja agenda pembangunan, seperti perbaikan jalan dan jembatan, pemukiman, percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dan pembangunan infrastruktur dan sufrastruktur lainnya.

“Pembangunan tersebut merupakan peluang besar bagi dunia usaha jasa kontruksi, dan tentunya harus dimanfaatkan, dan didukung dengan penyedia jasa yang profesional, mengingat dimasa yang akan datang, pembangunan di Provinsi Lampung akan semakin pesat, bahkan setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan pembangunannya,”ujarnya.

Adeham meminta pelaksanaan Rakerda tersebut dijadikan sebagai wahana untuk melakukan konsolidasi organisasi, evaluasi terhadap program kerja, melakukan penyempurnaan program kerja serta menetapkan rencana kerja dan kebijakan strategis terlebih terhadap pembangunan Provinsi Lampung.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung yang menempati urutan ke 2 tertinggi di Sumatera, IPM Lampung terus mengalami peningkatan aelama periode 2010-2016, hal tersebut menunjukkan pembangunan Lampung mengalami akselerasi yang tentunya memerlukan peran jasa kontruksi,”katanya.

Ditempat yang sama, Ketua DPP Askonas, Rahmatullah mengatakan Askonas harus menjadi mitra aktif bagi Pemerintah dan bersinergi terhadap seluruh elemen masyarakat untuk mendorong pembangunan di masing-masing daerah.

Rahmatullah menyatakan dalam menyongsong persainhan Masyatakat Ekonomi Asean (MEA) dibidang konstuksi, diharapkan pelaku jasa konstuksi dapat meningkatkan kompetensi dan bekerja secara profesional.

“Persaingan akan terus meningkat, diharapkan acara ini sebagai sarana bagi tumbuhnya pemimpin-pemimpin dan para anggota jasa kontruksi di daerah yang nantinya tetap mempertahankan jasa konstruksi dalam negeri, sehingga menjadi tuan rumah di negeri sendiri,”katanya. (Mar/Lis)