Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Petani jagung di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) terkendala dalam pengembangan usaha dan peningkatan dukungan yang lebih. Mereka mengharapkan bantuan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) setempat.
Para petani jagung di Tubaba, dalam menjalankan usaha perkebunan jagung menemukan berbagai kendala. Hal tersebut merupakan dampak dari minimnya wawasan seputar usaha tersebut. Bahkan, keterbatasan inpormasi acapkali menjadikan para petani lebih bergantung pada berbagai bantuan dari pemerintah.
Hal tersebut seperti penuturan beberapa petani jagung Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba, saat dijumpai di Tiyuh Penumangan wilayah setempat Minggu (30/7/2017), yang memaparkan keluhan dan harapan dalam pengembangan usaha kebun jagung mereka.
Rio Fernando, petani jagung di Tiyuh Penumangan, mengatakan bahwa terkendala dalam soal pengembangan usaha lebih ia rasakan. Minimnya informasi dan wawasan seputar usaha tersebut, menurutnya yang penyebab utama. Bahkan mereka seringkali lebih bergantung pada bantuan pemerintah.
“Kebun jagung saya seluas 2 hektaran di pinggir sungai Tiyuh. Besaran biaya modal, perawatan, hingga panen kadang kala tidak sesuai. Tetapi, mau bagimana lagi usaha itulah yang lebih saya tekuni. Mudah-mudahan kita dapat bantuan bibit dan alat pertanian ditahun ini seperti yang saya dengar di kabupaten lainya,” paparnya.
Hal tersebut juga dibenarkan Koko, petani jagung Tiyuh Penumangan Baru. Menurutnya wawasan yang lebih sangat mereka perlukan. Bahkan ia dan beberapa rekan sepropesi lainya sangat mengharapkan dukungan seputar pengembangan usaha tersebut, dari semua pihak terutama pemkab setempat.
“Saya juga sama, wawasan dan informasi itu memang yang paling kami perlukan. Bahkan kadang-kadang kami bingung, dengan berbagai bantuan untuk keberlangsungan usaha kami. Kami berharap kepada semua kalangan hususnya Pemkab kita guna wawasan dan inpormasi seputar kegiatan usaha Kebun Jagung kami”, harapnya. (Epri/Mar)









