Harianpilar.com, Tanggamus – Warga Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus mengharapkan jembatan penghubung antar dua pekon dan perbaikan jalan kabupaten di lingkunganya.
Menurut Kepala Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Suherman mengatakan, di pekon mereka ada dua titik pembangunan yang tidak bisa disentuh oleh dana desa, yakni jembatan penghubung antar pekon dan jalan lingkungan yang telah dibangun oleh Pemkab setempat.
“Kalau jembatan penghubung dua pekon antara Pekon Kotaagung dengan Pekon Kedamaian Kecamatan Kotaagung itu karena pembangunan itu membutuhkan dana yang cukup besar. Sebab jurang yang memutus jalan itu sangat dalam dan lebar. Jadi, kalau dibangun dengan dana desa tidak akan cukup, belum lagi pembangunan yang lain akan terbengkalai,” katanya saat ditemui di Kantor Pekon tempatnya bekerja, Rabu (19/7/2017).
Selanjutnya kata Suherman, untuk jalan lingkungan yakni jalan Peniongan yang melintas di depan rumah kediamanya itu tidak bisa dibangun dengan dana desa karena jalan tersebut sebelumnya dibangun oleh Pemkab, sedangkan saat ini keadaanya sudah sangat memprihatinkan.
“Saya sudah konsultasi dengan Dinas PMD mengenai jalan itu, tapi dijelaskan bahwa peraturan yang mengatur atau memperbolehkan jalan itu dibangun oleh Pekon tidak ada, apalagi jalan itu sudah ditangani Dinas Pekerjaan Umum sebelumnya, jadi tidak boleh,” ungkapnya.
Suherman mengungkapkan, kalau jembatan penghubung, pihaknya sudah mengusahakan dengan membuat jalan alternatif, namun hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua, itupun pembangunanya bertahap.
“Saat ini saya sudah kerahkan warga bergotong royong untuk membuat badan jalan alternatif dan dibangunkan talut penahan tanah melalui jalan bawah melintasi jurang tersebut, setelah itu nantinya akan dibuatkan jembatan penyebrangan, itupun bertahap, mungkin untuk jembatanya baru bisa terealisasi tahun depan,” ujarnya.
Namun, lanjut Suherman, jalan alternatif itupun sudah sangat membantu warga sekitar yang akan melintas meskipun ukuran dan lintasanya masih belum sesuai harapan.
“Kami berharap dibangunkan jembatan permanen yang bisa dilalui kendaraan roda 4, sebab jembatan itu sudah sering kali kami usulkan ke Pemda, namun belum bisa direalisasikan hingga saat ini,” harapnya.
Sedangkan perbaikan jalan, kata Suherman pula, dirinya berharap Pemda segera membangunya kembali karna semenjak dibangun sejak tahun 2005 yang lalu dan hingga kini sudah rusak parah bel pernah diperbaiki lagi, sehingga keadaanya sudah cukup memprihatinkan, sedangkan jalan tersebut adalah penghubung antara dua Pedukuhan yang menurut rancangan Bupati terdahulu adalah jalan lingkar yang menghubungkan dua Pekon di Kecamatan setempat.
“Apa bila diperbolehkan diperbaiki dengan dana desa, kami akan berupaya untuk memperbaikinya meskipun dengan cara bertahap, karna jalan tersebut terbilang ramai setiap harinya, bahkan hingga malam hari, sebab jalan itu satu-satunya akses keluar masuk warga pedukuhan Peniongan menuju pusat kota,” harapnya pula. (Agus/Mar)









