oleh

Jalan Pramuka Rusak Parah, Pemprov Siap Bantu Pemkot Memperbaiki

Harianpilar.com, Bandarlampung – Jalan Pramuka yang menghubungkan Rajabasa dan Langkapura Kemiling mengalami kerusakan cukup parah. Jalan sepanjang 3,725 kilometer itu yang kondisinya banyak berlubang itu merupakan jalan dibawah tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung siap membantu memperbaiki jika Pemkot membutuhkan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Provinsi Lampung, Rony Witono, mengatakan, Jalan Pramuka merupakan jalan yang menjadi kewenangan Pemkot Bandarlampung pengelolaanya, hal itu berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Bandarlampung No.182/III.03/HK/2017 tanggal 15 Maret 2017. SK tersebut tentang Penetapan Daftar Induk Jaringan Jalan Kota Bandarlampung, menyebutkan Jalan Pramuka menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bandarlampung.

“Jalan Pramuka tidak lagi termasuk dalam ruas jalan kewenangan Provinsi. Namun Pemerintah Provinsi Lampung dapat membantu memperbaikinya melalui program penanganan jalan strategis bila Pemkot Bandarlampung meminta bantuan Pemprov,” terangnya, Selasa (18/7/2017).

Awalnya, di Bandarlampung terdapat tiga ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Lampung yakni Jalan Rajabasa, Jalan Ryacudu, dan Jalan RE Martadinata. Sejak 2017, Jalan Pramuka tidak lagi masuk dalam daftar perawatan jalan Pemprov Lampung.

Hal itu berdasarkan SK Gubernur Lampung No. G/243.a/III.09/HK/2016 tentang Penetapan Status Ruas Jalan sebagai Jalan Provinsi. Menurut Rony, SK Gubernur tersebut ditetapkan setelah melalui penataan ruas jalan bersama Dinas PU yang membidangi jalan utusan dari kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.

“Ini sekaligus mengklarifikasi banyaknya informasi di berbagai media termasuk media sosial yang masih menyebutkan Jalan Pramuka tanggung jawab provinsi,” kata Rony Witono.

Berdasarkan pantauan lapangan, Jalan Pramuka yang menjadi akses menuju Kabupaten Pesawaran dan Pringsewu dari Bandar Lampung itu, di sejumlah titik tampak rusak karena tergerus air hujan. Kerusakan berat tampak di depan Universitas Malahayati. Akibat sering rusak, di beberapa ruas kini tidak lagi diperbaiki dengan lapis aspal beton (laston), seperti di depan SPBU Rajabasa yang diganti dengan beton. (Rls)