Harianpilar.com, Metro – KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia), Forhati (Forum Alumni HMI – Wati) dan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia) Metro mengadakan dialog dengan tema “Membangun Metro Berkemajuan dan Sejahtera” yang dihadiri oleh Sekda Kota Metro Ir. A. Nasir, AT. MM yang merupakan Alumni HMI. H. SaifulTomi, SH. DR. Bambang Suhada, Herman Sismono, Abdulhak, Naim Emel Prahara dan banyak lagi tokoh masyarakat dan Alumni HMI, Rabu (14/06/2017).
Diawali buka bersama KAHMI/FORHATI/HMI anak yatim / dhuafa di Ballroom Hotel Grand Skuntum, yang dihadiri oleh Walikota H. Achmad Pairin, Wakil Walikota H. Djohan, Sekda Kota Metro H. A. Nasir AT. dan Forkopimda Kota Metro.
Dialog diadakan dalam suasana yang sangat akrab dan hangat untuk mempertajam dan mencari solusi dalam mewujudkan visi, misi Kota Metro. Diawali penyampaian dari Sekda Kota Metro Ir. A. Nasir AT. MM. mengenai visi, misi Kota Metro dan peran umat dalam berbangsa dan bernegara saat ini.
“Dialog seperti ini sangat positif sekali dalam rangka mendukung sekaligus mengktitisi dengan tujuan mencari solusi sehingga visi, misi Kota Metro dapat tercapai. Insya allah dialog seperti ini akan kita agendakan secara rutin,” ujar dr. H. Wahdi, SDj. SpOG. selaku Ketua PMD KAHMI Metro yang sekaligus bertindak sebagai moderator dalam dialog tersebut.
Dalam dialog tersebut muncul masukan dari berbagai tokoh diantaranya bagaimana sesungguhnya membangun Metro lebih beradab dan partisipatif dari berbagai kalangan dan komunitas yang ada di Kota Metro sesuai dengan visi Kota Metro “Mewujudkan Kota Metro Sebagai Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga berbasis Ekonomi Kerakyatan Berlandaskan Pembangunan Partisipatif”
“Pemkot harus mempunyai garis pembangunan yang jelas, tidak bongkar pasang, dan harus memahami karakteristik masyarakat Metro,” kata H. Saiful Tomi, Dewan penasehat KAHMI Metro.
Masalah IAI Agus Salim juga menjadi topik dialog seperti disampaikan oleh Herman Sismono yang menyampaikan status tanah IAI Agus Salim, dan hendaknya masalah ini bisa dijadikan pertimbangan oleh pemkot di dalam mengambil kebijakan tentang IAI Agus Salim.
Bang Naim Tokoh Pers mengatakan banyak catatan tentang pembangunan Kota Metro, dan harus memperhatikan sejarah perkembangan Kota Metro, begitu juga tentang masalah IAI perlu kejelasan tentang status tanah.
Dalam keseampatan tersebut semua sepakat visi Metro kota pendidikan hendaknya menjadi prioritas, diikuti dengan mensejahterakan masyarakat dan menjadi tujuan wisata, budaya, literasi, dan kuliner.
“Kita harus memberikan masukan yang yang terkonsep ke Pemkot sehingga kita bisa mengkritisi usulan kita dilaksanakan apa tidak dan pemkot harus bijaksana dan mau mendengarkan karena pembangunan tidak selamanya konsep dari pemkot selalu benar, harus dirancang dengan memperhatikan apa yang dibutuhkan masyarakat,” tutup Akademisi Dr. Bambang Suhada.
Selama bulan suci ramadhan KAHMI/FORHATI/HMI Metro mengadakan berbagai kegiatan sosial keagaman diantaranya PEMBAGIAN TAKJIL, Rabu, 7 Juni 2017, di Kampus (titik pusat HMI). BUKA BERSAMA KAHMI/FORHATI bersama anak yatim dan dhuafa Rabu, 14 Juni 2017 di Ballroom Hotel GS. BAKSOS DAN PEMBAGIAN TAJIL II Minggu, 18 Juni 2017 di sekitar sekretariat Kahmi/ Forhati dan Pembagian takjil di depan Kantor Bapeda & tugu pena Kota Metro dan banyak lagi kegiatan lainya. (Zuli/Mar)









