Harianpilar.com, Mesuji – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mesuji melakukan ujicoba pengaspalan (Hotmix) peningkatan Ruas Jalan Simpang Segi tiga Emas sampai Desa Muara Tenang setebal 6 Cm pada waktu pagi menjelang siang ini, dengan 12,14 dan 16 pemadatan, Senin (12/6/2017).
Uji coba ini dipantau langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Mesuji Yudi Santoso didampingi Kabid Bina Marga Rachmad Daniel. Proyek peningkatan jalan ruas jalan Simpang Segi Tiga emas menuju Desa Muara Tenang kecamatan Tanjung Raya Dana Alokasi Daerah (DAK) sumber dana APBD tahun 2017 senilai Rp11.160.900.000. dikerjakan oleh PT.F.Syukri Balak dengan massa kerja 150 hari kerja.
Uji coba pengaspalan pada pagi menjelang siang ini menggunakan tiga sample pemadatan yakni 12, 14 dan 16 kali pemadatan, dimana untuk uji coba pihak rekanan menggunakan tiga truck aspal curah dengan suhu yang telah ditentukan (sesuai standar ) dimana untuk ketebalan aspal di tentukan setebal 6 Cm dengan kelebaran 4,5 meter.
“Setelah pekerjaan uji coba ini usai maka akan di kor oleh tim pengawas dan kontraktor setelah itu hasilnya akan disimpulkan mana yang akan di pilih dari ketiga sample ini, apakah cukup dengan yang 12 kali pemadatan atau harus yang enam belas kali pemadatan menggunakan alat berat,” jelas Kabid Bina Marga Dinas PUPR Mesuji, Rachmad Danil didampingi Nobel Bastara selaku Pengawas Lapangan.
Kardinal selaku kontraktor yang ada dilapangan mengatakan bahwa dengan uji coba hotmix ini pihaknya berharap apa yang di kerjakan pihaknya sudah sesuai dengan petinjuk pengerjaan serta gambar yang telah di buat oleh pihak pemerintah daerah.
“Uji coba ini akan menentukan standar pengerjaan pengaspalan yang mana yang harus dilaksanakan oleh kami selaku penyedia barang, dengan sistem pengaspalan yang akan di tentukan hari ini maka kami berharap mutu jalan yang dikerjakan oleh pihak kami sudah sesuai dengan apa yang diharapkan dinas PUPR,”Ucap Kardinal.
Kadis PUPR Mesuji, Yudi Santoso, berharap kepada masyarakat pengguna jalan serta instansi terkait untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan ini dengan cara selalu mematuhi muatan atau tonase yang sesuai dengan peruntukan jalan.
“Ya kalau jalan ini mau awet kita semua baik masyarakat dinas terkait harus sama-sama menjaganya semisal pembatasan kendaraan yang akan melintas di jalan ini, sesuai tonase jangan sampai mobil truck tronton melintasi jalan ini,” terangnya.
Konsultan proyek itu yakni PT.Tunas Mandiri Consultan berharap kendaraan yang akan melintas nanti tidak melebihi 20 ton. (Sandri/Maryadi)









