Harianpilar.com, Tanggamus – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tanggamus mengaku pembangunan Kawasan Industri Maritim (KIM) semakin cepat terealisasi atas desakan Kementerian Perindustrian. Targetnya tahun ini sudah mulai terlaksana.
Menurut Hendra Wijaya, Kepala Bappeda Tanggamus, pihaknya sudah mengikuti rapat bersama Deputi Bidang Koordinator Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan wilayah Kemenko Ekonomi, Kementerian PU, dan instansi terkait lainnya.
“Hasil pertemuan dari seluruh wilayah industri kemarin diputuskan kalau KIM harus terlaksana tahun ini sebab ini proyek nasional,” katanya, Senin (15/5/2017).
Hendra Wijaya menjelaskan dalam pertemuan tersebut dipaparkan perkembangan KIM berupa, perijinan dan dukungan pemerintah daerah, kesiapan infrastruktur industri dan pendukungnya, anchor industri, permasalahan di daerah kawasan industri, usulan dukungan kementerian atau lembaga dan pemprov.
“Saya sampaikan KIM di Tanggamus merupakan satu-satunya kawasan industri yang khusus ke industri maritim. Kalau kawasan industri di daerah lain industrinya umum, tapi kami khusus ke maritim saja itulah yang akhirnya pemerintah pusat jadi bersungguh-sungguh,” terang Hendra.
Selanjutnya Kepala Bappeda itu juga mengatakan, dalam waktu dekat ini harus diselesaikan pengukuran ulang oleh BPN Tanggamus dan PT Pertamina untuk penerbitan sertifikasi lahan atas nama PT Pertamina. Luas lahan yang diukur ulang 400 hektar di daerah Batu Balai. Kemudian berlanjut ke proses penerbitan izin Hak Pengelolaan Lahan (HPL) oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang. PT Pertamina juga berharap dapat selesai dalam waktu dekat.
“Dalam rapat itu juga disampaikan izin penggunaan dermaga Batu Balai kepada Kementerian Perhubungan agar dapat dipakai sebagai pelabuhan pengangkutan material bahan bangunan kontruksi KIM,” terang Hendra.
Kemudian dijelaskan Hendra bahwa, sebagai proyek nasional negara harus support untuk pembangunan ini. Minimal dikembangkan oleh BUMN atau kementerian langsung, apabila hanya pihak swasta tidak akan berjalan, terbukti dari pengalaman yang sudah berlangsung.
“Jadi pengembang dalam proyek ini langsung PT Pertamina, sedangkan PT Trans Kontinental yang sebelumnya ada dan sekaligua anak PT Pertamina akan diberi wewenang setelah KIM ada, anak Pertamina itu nanti jadi pengelolanya. Lalu PT Rapindo Jagat Raya yang sebelumnya sebagai investor akan masuk ke dalamnya juga,” jelas Hendra.
Dirinya juga mengungkapkan, jika semua izin selesai, pekerjaan pertama yang akan dilaksanakan yakni membuat pembangkit tenaga listrik, sebab jika mengandalkan listrik PLN tidak akan sanggup. Maka KIM akan disuplai oleh listrik sendiri dan rencananya PT Tanggamus Elektrik Power juga bisa menyuplai listrik, nanti salah satu instalasinya akan diarahkan ke KIM.
“Kalau listrik sudah terpenuhi baru dibuat sarana penampungan bahan bakar minyak, dan setelah itu barulah masuk tahap industri perkapalan,” jelas Hendra.
Dalam hal ini Pemkab Tanggamus sudah sejak dulu berharap pembangunan KIM berlangsung, bahkan untuk itu sudah berinvestasi Rp 10 miliar untuk pembangunan reservoir (penampungan air). Hal itu sebagai salah satu syarat terpenuhinya kawasan industri.
“Kalau pemkab sudah dari dulu investasi mulai dari reservoir sampai SMK khusus bidang perkapalan, ini bentuk dukungan pemkab supaya KIM terlaksana,” terang Hendra.
Ia menambahkan pemkab selalu mendukung pembangunan KIM dan seharusnya masyarakat serta semua pihak pun begitu. Sebab ada manfaat langsung yang akan diterima daerah, pertama pendapatan asli daerah (PAD) yang nanti diperkirakan bisa mencapai miliaran rupiah, lalu terbukanya lapangan kerja, dan tumbuhnya perekonomian. Semua itu bisa dirasakan bagi daerah dan juga masyarakat.
“Kami yakin manfaat adanya KIM pasti banyak, itulah alasan kenapa kami ingin KIM terwujud. Ini potensi yang harus dimanfaatkan untuk kemajuan daerah dan demi pembangunan nasional. Daerah tidak akan rugi kalau KIM ada maka kami terus dorong supaya ini terwujud,” jelas Hendra. (Agus/Mar)









