Harianpilar.com, Bandarlampung – Penyelesaian pembebasan lahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) “molor” dari target yang direncanakan. Mustinya sudah selesai 100 persen pada Maret ini, tapi baru mencapai 75 peren.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung Adeham mengatakan, pembebasan lahan JTTS baru selesai 75 % dari 140 KM pembangunan JTTS tahap pertama.
“Total lahan yang akan dibebaskan sekarang ini kan ada 252 KM. Pada tahap pertama baru mendapai 140 KM, dan itu sudah 75 persen, ” ujarnya saat diwawancarai disela-sela pertemuan tertutup yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam pembahasan serah terima penanganan Jalan Tol rute Terbanggi Besar-Pematang Panggang di hotel Grand Praba, Bandarlampung, Senin (8/5/2017).
Dijelaskannya, dari 75 % tahap pertama tersebut, 50 KM sudah dirigit. “Tapi ini dibagi dibeberapa pos. Ada yang di Bakauheni, ada di Pesawaran, dan ada yang di Lampung Tengah. Tapi untuk yang gelombang dua ini belum ada yang dirigit,” jelasnya.
Kendati demikian kata Adeham, pemerintah berharap pembebasan lahan dapat diselesaikan Maret lalu.
“Target ini kan boleh-boleh saja. Dan kita tetap berusaha mengejar target itu. Dan pemerintah juga menghendaki secepatnya,” terangnya.
Untuk itu, lanjut Adeham, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Hal tersebut guna menemukan titik-titik yang buat macet menyelesaikan pembebasan itu.
“Misal kita temukan titik macet di BPN. Ya kita koordinasi dengan BPN, atau misal ada kelompok yang bermasalah dengan pengadilan, ya kita akan koordinasikan dengan pengadilan,” jelasnya. (Ramona/Maryadi)









