Harianpilar.com, Metro – Pemerintah Kota Metro menggelar apel minggu pertama bulan Mei 2017. Kali ini berbeda dengan apel mingguan lainnya. Seluruh pegawai menggunakan atribut berciri khas adat Lampung. Hal ini dalam rangka memperingati hari jadi Kota Metro ke-80, yang berlangsung di Halaman Pemda Kota Metro, Senin (08/05/2017).
Apel dihadiri oleh Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Sekda Kota Metro, para staf ahli dan asisten Sekda Kota Metro, Kepala Satker di lingkungan pemerintah Kota Metro.
Apel dipimpin langsung Wakil Walikota Metro, Djohan, bernuansakan Adat Lampung, yakni seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Metro selain memakai pakaian dinas yang telah ditetapkan sesuai aturan, ditambahkan dengan atribut berciri khas Adat Lampung dengan ketentuan wanita menggunakan selendang tapis, dan pria menggunakan sarung sebatas lutut dan memakai peci.
Kegiatan tersebut berlangsung sejak Senin (08/5/2017) sampai Jum’at (12/5/2017). Ketentuan tersebut diberlakukan dalam rangka memperingati hari jadi Kota Metro ke-80.
Djohan mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta apel yang telah hadir, dan telah mengikuti aturan yang berlaku salah satunya memakai atribut berciri khas Adat Lampung dalam rangka memperingati hari jadi Kota metro ke-80.
“Apel yang berlangsung kali ini bernuansa berbeda dengan hari-hari biasanya, yakni berciri khaskan Adat Lampung. Namun disamping itu, aturan berdasarkan surat edaran yang ada, bahwa setiap minggu ke-IV hari Kamis. Jika memang diharuskan memakai PDH dengan ciri khas Adat Lampung, diharapkan dapat dipertegas kembali edaran tersebut, dan kita akan ikuti ketentuan tersebut karena merupakan aturan dan kesepakatan kita bersama”, ucapnya.
Djohan juga mengingatkan, dengan akan berlangsungnya rangkaian kegiatan HUT Kota Metro ke-80, diharapkan semua pihak dapat terlibat dan dapat memeriahkannya. “Mari kita semua sama-sama terlibat dalam HUT Kota Metro ini, khususnya kecamatan dan kelurahan agar dapat menginformasikan kepada masyarakat, karena yang telah diketahui bahwa HUT Kota Metro jatuh pada bulan juni, namun mengingat bulan puasa, maka rangkaian kegiatan dan perayaannya kita majukan, namun untuk paripurna Hari Jadi Kota Metro tetap pada bulan juni”, ungkap Djohan.
Djohan juga menambahkan mengenai kegiatan Car Free Day, ia berterimakasih kepada masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan CFD tersebut. “Saya berharap kegiatan Car Free Day kedepan dapat lebih baik dan lancar. Kita harus mengevaluasi diri atas kekurangan yang ada dan kekurangan terebut dapat kita jadikan pembelajaran agar kedepan kegiatan tersebut dapat berjalan lebih baik lagi,” ujarnya. (Zuli/Maryadi)









