oleh

Kadisdik Dituding Pungli Dana BOS untuk Kegiatan MTQ

Harianpilar.com, Pesawaran – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Kadisdik) Pesawaran, H. Fauzan Suaidi gerah, terkait tudingan pungutan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebasar Rp1500/siswa yang digunakan untuk kegiatan MTQ ke-45 tingkat Provinsi Lampung beberapa waktu lalu yang dialamatkan kepada dirinya.

“Saya tidak pernah mengintruksikan kepada siapapun untuk melakukan pungutan ataupun meminta anggaran dari dana BOS kepada pihak sekolah guna mendukung pelaksanaan kegiatan MTQ. Karena peruntukan dana BOS itu sudah jelas yakni untuk operasional sekolah,” pungkas Fauzan Suaidi, diruang kerjanya belum lama ini.

Fauzan menegaskan, terkait menunjang kegiatan pelaksanaan MTQ yang dikelola Disdikbud, seperti halnya untuk tari kolosal dan lainnya, menurut Fauzan telah dianggarkan melalui alokasi anggaran tersendiri. “Alokasi anggaran untuk kegiatan yang dibebankan pada Disdikbud guna pelaksanaan MTQ, memang telah dipersiapkan,” tukas Fauzan.

Namun sayangnya dia tidak merinci lebih lanjut anggaran yang dimaksudkan. Karenanya lanjut mantan Kadispora Pesawaran ini menambahkan, tudingan yang dilontarkan oleh Komisioner KUPT Margapunduh, Eta Ferlinda atas pungutan dana BOS sebesar Rp 1500/siswa tentunya sangat tidak beralasan dan patut ditelusuri lebih lanjut. “Saya sangat kaget mendengarkan berita itu, karenanya kita akan pertanyakan kepada ibu Eta atas kebenaran informasi tersebut,” kilahnya.

Untuk itu, kata Fauzan menyampaikan, dirinya akan meminta pertanggungjawaban statemen komisioner KUPT Margapunduh yang telah melontarkan sumber informasi yang tidak bertanggung jawab tersebut. “Kita akan dengar apa klarifikasi dari ibu Ferlinda terkait pungutan yang dikatakan. Karena hingga sampai saat ini saya belum pernah memberikan instruksi kepada sejumlah KUPT, apalagi berkaitan dengan masalah uang,” sengitnya.

Dan sesuai intruksi bupati, kata Fauzan menambahkan, informasi adanya pungutan dana BOS dengan dalih untuk menunjang pelaksanaan kegiatan MTQ ke-45 yang diselenggarakan pemda Pesawaran, untuk mesti diusut tuntas dan diungkap kebenarannya. “Yang bersangkutan sudah kita hubungi via telepon, dan jika benar adanya pungutan, maka kita minta runtutan ceritanya seperti apa. Namun seandainya ibu Eta Ferlinda menyatakan infornasi itu tidak benar, maka Eta mesti mengklarifikasi keterangannya kembali melalui pihak media supaya masyarakat tahu dan tidak menjadi isu negatif ditubuh Disdikbud Pesawaran,” tandasnya.

Dia menegaskan jika pihak sekolah ataupun pihak UPT tingkat kecamatan untuk tidak melakukan mainan ataupun pungutan liar (pungli) terhadap dana BOS.  (Fahmi/Mar)