oleh

Peredaran Upal Marak di Pesawaran

Harianpilar.com, Pesawaran – Masyrakat Pesawaran nampaknya mesti berhati-hati terhadap peredaran uang palsu (upal). Pasalnya, Wika (30) pemilik warung emperan yang berada di jalan Dusun Binong, Desa Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran menjadi korban penipuan peredaran upal.

Dipaparkan wika sekira pukul 12 siang Kamis (27/4/2017) kemarin dirinya kedatangan pembeli dengan menggunakan uang pecahan yang digunakan untuk belanja Rp50.000, namun saat diperiksa olehnya uang yang dipergunakan orang yang tidak dikenal tersebut ternyata adalah palsu.

“Dia hanya membeli minuman dingin floradina dengan harga Rp4000 saja. Namun kesannya dia terburu-buru seolah khawatir ketahuan kalau uang yang digunakan untuk belanja adalah uang palsu,” Papar Wika, Kamis (27/4/2017).

Beruntung saja sambung Wika melanjutkan, dirinya memahami betul akan perbedaan antara uang asli dan uang palsu. “Sewaktu saya tanyakan uangnya ko’ seperti ini, orang itu langsung menggantikan dengan uang yang lainnya. Untung saya yang menunggu warung hari ini, coba kalau ibu mungkin bisa dikelabui. Sebab uang yang dikasihkan (uang palsu) itu hampir sama dengan yang asli,” kata Wika menjelaskan.

Dituturkan Wika lebih jauh, ciri pembeli yang mempergunakan upal berperawakan hitam dengan tinggi berkisar 165-170 cm mengendarai kendaraan roda dua dan usia sekitar 25 tahun.

“Orangnya masih muda mas, katanya uang (palsu) itu ia dapat dari perempatan gading perbatasan antara kabupaten pringsewu dan kabupaten pesawaran,” tukas Wika diakhir pembicaraan. (Fahmi/Mar)