Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Perhubungan (Dishub) Tanggamus mengaku terbatasnya anggaran persulit perbaikan lampu jalan dan lampu di taman kota. Menurut Kadis Perhubungan Razi Azanisyah, memang sebagian lampu jalan di jalan lintas barat ruas Pekon Batu Keramat, Kecamatan Kotaagung Timur padam. Sebenarnya itu masih tanggungjawab rekanan dan beberapa waktu lalu telah dilaksanakan. “Informasinya sudah tambah daya, tapi lampu mati lagi. Setelah perbaikan dinyatakan harus tambah daya, supaya hidup. Tapi setelah hidup sebentar masih mati lagi,” katanya, Jumat (21/4/2017).
Lantas supaya menyala lagi, dishub akan surati lagi rekanan sebab masih tanggungjawabnya. Selama ini dishub sudah berkali-kali minta rekanan supaya lakukan berbagai upaya agar lampu bisa menyala. Namun entah apakah tidak dilaksanakan atau kendala lain lampu di ruas tersebut rutin sekali padam. Padahal lokasinya perlu penerangan karena kondisi jalan yang berliku-liku serta situasi sekelilingnya yang masih gelap karena perkebunan.
Selain itu, untuk padamnya lampu-lampu jalan di Kota Agung, dishub pun tidak janjikan perbaikan maksimal. Sebab tahun ini anggaran sangat minim dan mustahil ada lagi sumber dana tambahan. Dalam tahun ini hanya ada kuota penambahan 60 lampu jalan, maka dengan kerusakan yang cukup banyak sekarang ini maka akan ditata apakah untuk penambahan lampu jalan baru, atau untuk perbaikan.
“Kami rencanakan perbaikan di Kota Agung dari jalan sampai taman kota, tapi anggaran terbatas karena efisiensi anggaran. Jadi nanti kami akan atur mana yang didahulukan sebab sekarang anggarannya minim,” ujar Razi.
Ia mengaku dalam persoalan lampu jalan di Kota Agung juga terjadi simpang siur tanggungjawab perawatan. Selama ini instansi yang memasang lampu jalan Dinas PU serta Badan Penataan Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk taman kota. Namun setelah dipasang tidak diserahkan tanggungjawab ke dishub, sedangkan di kedua instansi tidak ada anggaran perawatan.
“Jadi kami ini juga bingung, sudah anggaran minim, tidak diberi tanggungjawab, di tempat lain juga tidak ada anggarannya, padahal keluhan dari masyarakat terus masuk. Jadi nanti kami tata lagi bagaimana supaya lampu-lampu itu bisa menyala lagi,” ujar Razi. (Agus/Mar)









