oleh

DPRD Pringsewu Segera Cek Proyek Siluman

Harianpilar.com, Pringsewu – DPRD Kabupaten Pringsewu akan segera mengecek proyek siluman tentang pembuatan taman di depan kantor Dewan setempat. Pasalnya, proyek pembuatan taman diduga kuat tidak sesuai bestek.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Pringsewu Sagang Nainggolan, SE saat dihubungi via ponselnya. Dia mengaku baru mengetahui kondisi proyek dari pemberitaan di media masa. Dia menegaskan akan segera melakukan kroscek ke lokasi.

Lebih lanjut dia mengatakan akan minta penjelasan kepada pihak terkait tentang spek yang digunakan disesuaikan dengan gambar proyek taman tersebut seperti apa. “Jika memang berada diiatas paving blok pondasinya kita akan tanya seperti apa bentuk dari gambar proyek tersebut,” tegasnya.

Sagang Nainggolan juga pernah mendengar jika proyek taman tersebut milik Dinas Pasar dan Pertamanan Provinsi Lampung, namun seperti apa proyeknya dia belum tahu, karena tidak pernah memperhatikan pelaksanaan proyek tersebut.

Sementara menurut Kabid Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pringsewu (DLH) Cipto Subagyo, pihaknya mendapat informasi dari bagian Umum Pemkab jika Pringsewu akan diberi hibah taman yang berlokasi di depan kantor DPRD itu.

Namun demikian dia tidak mengetahui sumber dana proyek dari dinas mana, karena pihaknya tidak mendapat pemberitahuan baik secara telpon atau pun surat resmi.  “Dengan demikian, kami tidak mengetahui secara pasti proyek tersebut milik siapa, karena kami tidak mendapat pemberiahuan secara resmi,” akunya.

Diberitakan sebelumnya, Didepan Kantor DPRD Kabupaten Pringsewu di sekitar pendopo diduga terdapat proyek pembangunan taman yang terkesan siluman. Proyek pembuatan taman tersebut tidak diketahui sumber dananya. Dilokasi proyek tidak dipasang papan nama proyek, bahkan rekanan dan konsultan mengaku tidak mengetahui sumber dana proyek yang sedang dikerjakan.

Para pekerja terlihat membuat pagar dengan menggunakan bambu mengelilingi perkantoran dewan.

Proyek ini tidak bisa diketahui umum. Yang sangat mencurigakan, pekerja tidak menggali tanah pada pondasi yang sedang dikerjakan, melainkan pondasi bangunan tersebut dipasang diatas paving blok yang sudah ada seberlumnya.

Termasuk ada bangunan yang dibuat jalan taman, pondasinya juga menggunakan batu bata dan itu juga dipasang diatas paving blok. Diduga kuat pengerjaan proyek ini tidak sesuai dengan sfesifiikasi dan hasil pekerjaan proyek tersebut terkesan amburadul.

Bangunan untuk tempat duduk juga tidak dipasang pondasi. Pondasi bangunan diatas paving blok yang memang sudah ada di sekeliling pendopo. Itu jelas terlihat jika pembangunan proyek taman ini terkesan direkayasa oleh rekanan dengan tujuan mencari keuntungan secara besar dengan kualitas buruk.

Sementara Eko, selaku kepala tukang pada proyek mengaku tidak mengetahui sumber dana proyek. “Saya tidak tahu sumber dana proyek ini dari mana. Saya hanya kerja pak,” tukas Eko.

Demikian juga Yani, yang mengaku sebagai konsulltan perencanaan dan pengawasan. Dia juga enggan menyebutkan sumber dana proyek tersebut. Menurutnya dia baru dua hari bekerja, jadi belum tahu dari mana sumber dananya.

“Untuk galian pondasi itu sengaja dibuat diatas paving blok dan paving blok tidak dibongkar dengan tujuannya agar lebih kuat,” jelas konsultan.

Namun sangat jelas jika Yani konsultan tidak jujur karena nama perusahaan konsultannya pun dia mengaku tidak tahu. (Sahirun/Maryadi)