Harianpilar.com, Tanggamus – Maraknya aksi pembegalan di wilayah hukum Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu mendapatkan perhatian khusus dari Kapolres setempat AKBP Alfis Suhaili. Persoalan begal di nilai masalah yang komplek dan menjadi tanggung jawab bersama.
Alfis Suhaili yang juga mantan Kapolres Sumba Timur Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menilai, persoalan begal merupakan masalah yang kompleks. Mayoritas pelaku melakukan aksi begal dilatarbelakangi permasalahan ekonomi, pendidikan, sosial dan agama.
“Sangat diperlukan dukungan semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini, bukan hanya kepolisian,” kata Alfis Suhaili, Selasa (11/4/2017).
Polisi, lanjut Alfis, hanya bertugas melakukan penindakan setelah terjadinya aksi. Namun, persoalan utama yang semestinya disoroti dengan serius adalah motif dari permasalahan itu sendiri.
Diterangkan Alfis, pokok permasalahan terdapat di hulu yakni motif yang melatarbelakangi suatu tindakan itu terjadi. Sedangkan selama ini, perhatian masyarakat selalu tertuju setelah adanya aksi, yang merupakan persoalan hilir.
“Masalahnya adalah kenapa mereka mau jadi pembegal, jawaban mereka adalah kurangnya lapangan perkerjaan untuk menutupi kebutuhan. Kalau kebutuhan mereka terpenuhi mereka katakan tidak akan mau jadi begal,” terang Alfis.
Menurut Alfis, apabila persoalan yang ada di hulu tidak diselesaikan, maka aksi serupa akan selalu terus terjadi dan tidak akan pernah selesai. “Tugas kami memadamkan api, padahal api itu terus ada,” ujar Alfis.
Meski baru menjabat Kapolres Tanggamus selama dua pekan, berbagai upaya dilakukan Alfis untuk meredam aksi begal yang kian meresahkan masyarakat.
“Kami selalu melakukan evaluasi secara rutin, apabila ada laporan dari masyarakat maka kami akan merespon laporan tersebut dengan cepat dan akan langsung kami tindak,selain itu ada babinkamtibmas dan kami juga siagakan patroli polisi berseragam ditiap lokasi yang dianggap rawan,” ungkap Alfis.
Kedepannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan lintas satker agar dapat menekan aksi begal di wilayah hukum Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu.
“Ya,kedepannya kita akan berkoordinasi dan melibatkan berbagai sektor untuk mengatasi begal, kita akan tindak mulai dari hulu sampai ke hilir,” pungkas Alfis. (Agus/Imron)









