Harianpilar.com, Bandarlampung – Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Lampung Riskha Tri Budiarti mengatakan sistem pendidikan khilafah memiliki tiga tujuan. Diantaranya membangun kepribadian generasi muslim yang islami, baik pola pikir maupun sikapnya. Selanjutnya membekali peserta didik dengan tsaqofah Islam, meliputi bahasa Arab, ijtihad, fiqih, peradilan, dan sebagainya.
Terakhir yaitu membekali mereka dengan ilmu-ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti ilmu teknik, kimia, fisika, kedoteran, dan lain-lain.
“Dengan tujuan tersebut, sistem pendidikan Islam akan melahirkan ulama sekaligus ilmuwan yang faqih fiddin serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata dia acara Forum Muslimah untuk Peradaban (Formuda) bertema “Sistem Pendidikan Khilafah Wujudkan Rahmatan Lil ‘Alamin” pada Sabtu (01/04/2017).
Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Arofah Islamic Center, Rajabasa, Bandarlampung.
Sebanyak 130 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung mengikuti acara yang dimoderatori oleh Dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) Eulis Marlina. Mereka terdiri dari kalangan intelektual, tokoh pendidikan, muballighah, ketua majelis taklim, dan birokrat.
Setelah pemaparan dari Riskha Tri Budiarti, kembali ditayangkan video perbedaan kondisi pendidikan sistem sekularisme dan sistem Khilafah. Sementara Ade Kumalasari menjelaskan cara mewujudkan sistem pendidikan tersebut dengan menegakkan Khilafah terlebih dahulu melalui metode dakwah Rasulullah SAW.
Dia merinci tiga metode yang harus ditempuh secara bertahap, yaitu pembinaan intensif, berinteraksi dengan masyarakat, kemudian menerima penyerahan kekuasaan. “Dakwah yang dilakukan Rasulullah ialah yang mampu mengubah dunia yang jahiliyah menuju islami dengan tiga karakteristiknya, yaitu tanpa sedikitpun kekerasan, menanamkan pemikiran dan perasaan islam agar taat pada aturan Allah, serta bersifat politik,” terangnya.
Sebelum acara ditutup dengan doa, para peserta menyaksikan parade Panji Rasulullah SAW yang disiapkan oleh panitia Formuda dalam rangka mengenalkan Al-Liwa yang berwarna putih dan Ar-Rayah yang hitam.
Pembicara yang dihadirkan yakni Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Lampung Riskha Tri Budiarti menyampaikan materi sistem pendidikan Khilafah mewujudkan kembali generasi ulama-ilmuwan. Selanjutnya materi terkait metode syar’i menegakkan khilafah disampaikan oleh Ade Kumalasari, S.T.P. selaku Ketua DPD I MHTI Lampung.
Sebelum masuk ke acara, panitia memutar video kampanye global Sistem Pendidikan Khilafah yang menggambarkan krisis pendidikan akibat sistem pendidikan berbasis kolonialisme. Tontonan tersebut menayangkan sistem pendidikan tersebut merupakan sarana melanggengkan nilai-nilai liberalisme yang menjauhkan kaum muslimin dari aturan Islam. (Fitri/Mar)









