oleh

Pemprov Kembangan Transportasi Kawasan Pesisir

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung siapkan tiga strategi pengembangan transportasi kawasan Pesisir. Ketiga strategi tersebut yaitu pembangunan dan pengembangan sistem transportasi multi moda, sistem transportasi jalan serta sistem transportasi utama lainnya di luar angkutan jalan.

Hal ini disampaikan dalam Focus Group Discusion (FGD) Sistem Transportasi,  Energi,  dan Infrastruktur dalam rangka mendukung pengembangan Kawasan Pesisir di Ruang Rapat Balitbang Provinsi Lampung,  Rabu (29/03/2017).

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo melalui Sekda Provinsi Sutono menjelaskan dengan meningkatkan sistem transportasi, maka perkembangan wilayah pesisir akan mampu menuju ke arah maju. “Untuk meningkatkan perkembangan di wilayah pesisir. Jangan hanya bertumpu pada pembangunannya saja, tetapi perlu memperhatikan sistem transportasinya juga,” kata Sutono dalam Focus Group Discusion (FGD) Sistem Transportasi,  Energi,  dan Infrastruktur dalam rangka mendukung pengembangan Kawasan Pesisir di Ruang Rapat Balitbang Provinsi Lampung,  Rabu (29/03/2017).

Lebih lanjut,  Sutono menjelaskan bahwa Kawasan Pesisir merupakan suatu kawasan yang memiliki banyak potensi. Dimana Wilayah Pesisir memiliki keragaman potensi sumberdaya alam yang cukup tinggi dan sangat penting serta potensi pariwisata, perikanan, pelabuhan dan potensi kawasan strategis nasional.

Menurut dia Pemerintah Provinsi Lampung siapkan tiga strategi pengembangan transportasi kawasan Pesisir. Ketiga strategi tersebut yaitu pembangunan dan pengembangan sistem transportasi multi moda, sistem transportasi jalan serta sistem transportasi utama lainnya di luar angkutan jalan.

“Kawasan ini harus mampu dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu,  saya berharap dengan strategi sistem transportasi tersebut mampu membawa dampak positif, terutama untuk kebutuhan sosial dan perkembangan perekonomian wilayah pesisir,  terkhusus bagi Provinsi Lampung” harapnya.

Dalam paparannya, Ofyar Z. Tamin selaku Rektor ITERA menjelaskan Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera merupakan wilayah yang sangat strategis dan potensial untuk berkembang, apalagi saat ini sedang dilakukan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

Untuk itu, pihaknya berharap seluruh stakeholder terkait dapat menyeimbangkan potensi dan pembangunan Provinsi Lampung dengan meningkatkan sistem transportasinya, termasuk di wilayah pesisir.

Selain itu, menurutnya dengan meningkatkan sistem transportasi di wilayah pesisir,  maka akan mengimbangi dari  keberadaan Tol Lampung.

“Keberadaan Tol Lampung akan membawa dampak perubahan bagi Provinsi lampung.  Untuk mengimbanginya,  maka Wilayah Pesisir harus mengimbangi dengan meningkatkan sistem transportasinya. Dengan meningkatnya sistem transportasi maka kawasan pesisir akan mampu mengurangi masalah aksesbilitas sehingga mampu meningkatkan perekonomian wilayah pesisir.,”  kata dia.

Dalam kesempatan ini, Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Mulyadi irsan menambahkan salah satu tujuan sistem transportasi adalah untuk menghindari terisoliran di wilayah Provinsi Lampung, serta untuk meningkatkan daya saing Provinsi Lampung.

Diinformasikan Kepala Biro Humas dan Protokol Bayana,  dalam rapat ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Taufik Hidayat,  Kadis Pariwisata Budiharto,  Kadis Perindustrian Tonny Ol Tobing,  Dinas PU & PR, dinas Penanaman Modal dan PTSP,  Biro Perekonomian, Dinas Perhubungan,  Dinas Litbang Pesawaran,  Dinas Litbang Tulang Bawang,  Dinas Litbang Tanggamus, Dinas Litbang Lampung Selatan, Dinas Litbang Mesuji,  Dispora Pringsewu,  Bappeda Tulang Bawang dan Bappeda Pesisir Barat. (Ramona/Mar)