oleh

Pemprov Siapkan 9 Kawasan Industri

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung siap membangun Sembilan kawasan industri yang tersebar di tujuh kabupaten untuk mendorong investasi di wilayah tersebut. Pembangunan kawasan industri tersebut dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada tahun 2035. Ke Sembilan kawasan Industri ini akan dibangun diatas lahan seluas 18.600 hektar yang dibagi menjadi tiga kluster.

“Ya kita akan membangun 9 kawasan Industri Di Lampung yang pasti dengan adanya pembangunan ini bisa mengurangi jumlah pengangguran yang ada di lampung yang bisa mencapai ribuan tenaga kerja,” Ujar Tony Ol Tobing, Kepala dinas Perindustrian.

Menurutnya pembagian Wilayah untuk pembangunan kawasan industri yaitu bagian barat lampung, yakni Kabupaten Tanggamus seluas 800 hektar akan dikembangkan sebagai kawasan industri maritim dan pengeboran minyak. Wilayah bagian tengah hingga utara meliputi Kabupaten Lampung Tengah (1.000 hektar), Way Kanan (2.000 Hektar), Mesuji (4.000 Hektar) akan dijadikan industry berbasis ketahanan pangan. Adapun wilayah timur dan selatan meliputi Tulang Bawang (1.800 Hektar), dan Lampung Selatan (Way Pisang, Katibung, dan Tanjung Bintang seluas 8.800 hektar) akan menjadi kawasan berbasi perkebunan dan Industrialisasi.

Selain itu banyaknya jumlah komoditas unggulan seperti jagung, singkong, karet, kopi, lada, kakao, padi dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bagi pelaku usaha pertanian dan perkebunan.

“Pada prinsipnya kami menginginkan hilirisasi dengan mengolah komoditas unggulan. Dari setiap kawasan industri, paling tidak 30-40 porsen diperuntukan bagi industri hilir supaya berdampak pada petani lokal,” jelasnya

Mantan kepala BAPPEDA Lampung ini menjelaskan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah Provinsi Lampung dan daerah untuk membangun kawasan Industri di wilayah tersebut yaitu pasokan listrik, SDM, dan Kondisi Infrastruktur yang ada harus menunjang untuk pembuatan kawasan Industri itu sendiri.

Toni menuturkan, Pemerintah Provinsi tidak ingin kembali mengulang kesalaha seperti Kawan Industri Lampung (KAIL) yang ada di daerah tarahan. Karena Pemrov Lampung Hanya mendapatkan saham sekitar 4 persent. Ini masih sangat jauh bila dibandingkan jumlah penghasilan masing – masing perusahaan.

Dengan akan di buatnya 9 kawan industri di Lampung, Pemeritah Provinsi akan menargetkan mendapatkan keuntungan minimal 50 persent atau lebih dari penghasilan yang didapat dari masing – masing perusahan.

“Makanya kita saat ini ikut campur tentang pembebasan lahan, dan pencarian lahan serta penydiaan sarana dan prasarana lainnya, besar harapan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar serta bisa meningkatkan PAD dan APBD Provinsi Lampung,” pungkasnya

Dilain pihak, Wakil Bupati Waykanan, Edward Antony, membenarkan adanya lahan untuk di jadikan sebagai kawasan industri. Menurutnya untuk pembangunan kawasan industri ini harus di daerah yang luas, dan jauh dari penduduk serta dekat dengan jalan raya.

“Yang pasti sekitar daerah Kecamatan Waytuba, Gunung Labuhan, Blambangan Umpu, Baradatu karena tiga kecamatan ini berdekatan dengan jalan baypas atau jalan utama, jadi bila dekat dengan jalan utama akses nya bisa lebih cepat,” tutur mantan kadis P2KA Waykanan tersebut.

Menurutnya, sangat tepat pemerintah Provinsi menempatkan kawasan Industri di Kabupaten Waykanan, selain jaraknya berdekatan dengan sumatra selatan ini juga bisa membuat pendapatan dan berkah bagi daerah.

“Yang pasti membangun kawasan industri juga harus bekerja sama semua pihak bukan hanya pemerintah provinsi saja tetapi daerah juga ikut terlibat dan ikut andil pada pencarian lahan serta pembebasan lahan tersebut,” kata kakek 6 cucu tersebut.

Edward mengharapkan, pembuatan kawan industri ini bisa menyerap tenaga pekerja asal Waykanan saja, karena adanya pembangunan ini di peruntukan untuk pembangunan daerah serta mengurangi pengangguran yang ada di setiap daerah masing – masing, minimal 10 – 15 persent bisa berkurang peanggurannya. (Fs)