oleh

FKPPI Salurkan Sembako ke Korban Banjir

Harianpilar.com, Bandarlampung – Donasi bantuan terus mengalir bagi korban bencana banjir yang melanda sebagian wilayah di Lampung. Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI/Polri (FKPPI) Lampung terus bergerak memberikan bantuan kepada para korban banjir di daerah Pesawaran dan Bandarlampung.

Ketua Pelaksana Erly Yangcik mengatakan, hingga hari ini keseluruhan FKPPI telah menyalurkan bantuan sebanyak lebih dari 1500 paket sembako, yang terdiri dari beras 5 kg, gula 1 kg, minyak 1 lt, ikan kaleng 3, sabun colek 3, dan mie instan 10 untuk tiap paketnya.

“Kita sudah salurkan sekitar 1500 paket, itu di luar bantuan khusus dari Pak Hanan. Sasaran kita untuk korban banjir di daerah Pesawaran dan Bandarlampung tentunya,” ujarnya Saat ditemui di pos bantuan FKPPI, Minggu (26/2/2017).

Keseluruhan donasi bantuan berasal dari keluarga besar FKPPI Provinsi maupun kabupaten/kota. “Namun, bukan berarti kita tidak menerima bantuan dari luar (FKPPI), malah lebih bagus, pihaknya akan menyalurkan sebanyak 300an paket ke daerah Teluk betung yang terkena dampak banjir,” katanya.

Sementara itu, Ketua PD VIII FKPPI Lampung H Tony Eka Candra menegaskan jika yang dilakukan pihaknya semata-mata mengharapkan ridho Alloh, sesuai dengan motto FKPPI bekerja tanpa pamrih.

“Ini bentuk kesadaran keluarga besar FKPPI. Bagaimana kita bekerja dan bergerak karena rasa empati kepada sesama. Sebab, kita (FKPPI) ada di mana-mana,” jelas Tony.

Menurutnya juga, banjir yang melanda sebagian wilayah di Lamping disebabkan kurangnya rasa kesadaran masyatakat dalam menjaga lingkungannya, terutama di daerah yang rawan akan terjadi banjir. “Ini yang harus dicermati. Sebab, masih banyak masyarakat yang tidak menjaga lingkungannya dengan membuang sampah sembarangan, dan lain-lain,” ujarnya.

Untuk itu dirinya menyarankan agar masyarakat dapat peduli dengan lingkungan sekitarnya seperti membersihkan drainase, saluran irigasi, normalisasi sungai, dan penghijauan di sekitar sungai.

“Penghijauan di daerah aliran sungai ini dapat menggunakan tanamnan buah. Ini yang harus diterapkan untuk mencegah bencana banjir ke depannya,” jelasny. (Fitri/JJ)