oleh

Waspada, Jembatan Merah Waysemaka Rawan Penjambretan

Harianpilar.com, Tanggamus – Jembatan kabel stay yang menghubungkan Kecamatan Wonosobo dengan Kecamatan Semaka yang menyeberangi sungai Way Semaka dan tampak meriah dengan warna merah terang, lebih dikenal dengan jembatan merah itu, sering dijadikan warga sekitar dan yang lainya tempat berselfi ria di waktu sore hari tersebut mulai dirasa kurang aman dan nyaman, karena sering terjadi penjambretan dan penodongan di jembatan itu.

Menurut Novi (24) warga Pekon Dadi Rejo Kecamatan Wonosobo, saat ditemui bersama rombongan sedang asyik mengabadikan momen sore itu dengan berfoto ria di jembatan tersebut menuturkan bahwa, dilokasi tersebut sering terjadi penjambretan dan penodongan.

“Setahu saya sejak jembatan ini diresmikan hingga saat ini sudah ada sekitar lima kali kejadian penjambretan dan penodongan di jembatan ini, karena selain suasananya sepi, juga cukup jauh dari rumah penduduk,” ujarnya, Rabu (22/2/2017).

Selanjutnya ia menuturkan, kejadian penjambretan dan penodongan tersebut biasanya ketika menjelang magrib, karena selain suasananya yang mulai sepi dari orang-orang yang lewat, juga jembatan itu mulai gelap karena tidak ada bantuan lampu penerangan.

“Biasanya pelaku nunggu suasana agak sepi dan menjelang magrib, karena jembatan ini mulai gelap sebab tidak ada lampu,” katanya pula.

Sementara itu Komar (85) warga Pekon Karang rejo Kecamatan Semaka yang rumahnya tepat disisi jembatan itu juga menuturkan, kalau dirinya tidak mendengar terkait sering terjadi penjambretan atau penodongan di jembatan itu, namun dirinya mengakui kalau pada malam hari jembatan merah tersebut gelap gulita.

“Semestinya dikasih lampu penerangan dijembatan itu, karena kalau malam sangat gelap padahal masih banyak warga yang berlalu lalang melintasi jembatan tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menceritakan kalau pada saat proses pembangunan jembatan tersebut sudah dipasang lampu penerangan ditiang jembatan itu, namun ketika selesai lampu tersebut dibawa oleh pemborong pekerjaan jembatan tersebut dengan alasan belum ada izin.

“Waktu dalam pengerjaan ada lampunya, tapi pas selesai dibawa sama pemborongnya, katanya belum ada izin dari Dias PU,” terangnya.

Novi dan Komar berharap agar jembatan tersebut diberi lampu penerangan agar warga yang lewat dimalam hari merasa nyaman dan tidak merasa khawatir, apalagi jembatan itu cukup panjang dan lumayan jauh dari rumah penduduk.

“selain untuk memberikan rasa aman juga mencegah terjadinya tindakan kriminal di jembatan tersebut,” harap mereka. (Agus/JJ)