Harianpilar.com, Bandarlampung – Lolosnya sejumlah proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Selatan tahun 2016 yang kondisinya bobrok dalam Provisional Hand Over (PHO) dan luput dari pengawasan dinilai patut diduga ada ‘main mata’ antara semua pihak terkait. Selain itu pengerjaan proyek yang diduga kuat sarat penyimpangan itu berpotensi merugikan keuangan pemerintah. Indikasi KKN Berjamaah. Benarkah?
Aroma dugaan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) dalam proyek-proyek itu dinilai sangat kental. Sebab, sangat kecil kemungkinan proyek yang kondisinya buruk seperti itu lolos dalam PHO dan pengawasan karena faktor kelalaian. Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) diminta lebih jeli dalam melakukan audit sehingga masalah seperti ini juga tidak luput dari audit.
“Dalam pelaksanaan sebuah proyek itu banyak pihak terlibat, mulai dari kuasa pengguna anggaran (KPA), pejabat pembuat komitmen (PPK), panitia pelaksana teknis kegiatan (PPTK), konsultan pengawas, Tim PHO, dan rekanan. Logikanya sederhana, ketika semua pihak itu bekerja dengan baik dan sesuai ketentuan apakah akan menghasilkan proyek yang kondisinya seperti itu? Tanpa ada persetujuan dari semua pihak itu apakah bisa proyek seperti itu lolos PHO dan pengawasan?,” cetus Direktur Eksekutif Sentral Investigasi Korupsi Akuntabilitas dan HAM (SIKK-HAM), H Martha DN, saat dimintai tanggapnnya, Rabu (15/2/2017).
Menurutnya, sangat kecil kemungkinan proyek-proyek PU Lamsel yang kualitasnya meragukan itu lolos PHO dan pengawasan karena faktor kelalaian. Sebab, proyek yang terindikasi bermasalah itu cukup banyak.”Kalau cuma satu paket yang rusak parah dan lolos PHO masih masuk akal. Kalau banyak seperti itu? Kan gakmasukakal lagi. Jadi wajar kalau muncul kecurigaan ada main mata antara oknum-oknum pihak terkait itu dan menjurus ke dugaan praktik KKN, karena dari fakta-fakta yang diberitakan itu sangat kental aromanya,” terangnya.
Disinggung soal potensi merugikan Negara, menurutnya, hal itu sangat berpotensi merugikan Negara. Apa lagi jika sampai rekanan tidak melakukan perbaikan sesuai dengan kontrak.”Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga harus jeli dalam melakukan audit, jangan sampai masalah seperti ini justru luput dari perhatian,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lamsel, Hermansyah Hamidi, saat di konfirmasi tidakbisa menjelaskan masalah ini. Hermansyah terkesan buang badan terhadap masalah ini.”Nanti aja saya mau sholat dulu,” kata Hermansyah Hamidi saat ditemui dikantor, Senin (13/2/2017).
Namun, ketika wartawan menyampaikan akan menunggu selesai sholat untukkonfirmasi kembali, Hermansyah hanya menjawab insyaallah, dan hingga habis jam kerja PNS Hermansyah takkunung memberikan keterangan.
Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lampung Selatan tahun 2016 diduga kuat sarat masalah. Hal itu terlihat dari ‘buruk rupa’ proyek-proyek bernilai miliaran tersebut. Bahkan, terdapat warga yang secara sukarela memperbaiki kerusakan jalan-jalan itu agar bisa dilalui.
Meski menelan anggaran miliaran namun kualitas proyek PU Lamsel itu sangat meragukan, baru seumur jagung namun kondisinya mayoritas sudah rusak parah. Beberapa contoh proyek yang diduga kuat sarat penyimpangan itu diantaranya Proyek Peningkatan Jalan Ruas Beringin Kencana – Purwodadi senilai Rp9,2 Miliar yang dikerjakan PT. Mulia Putra Pertama, Proyek Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Sidomulyo – Desa Trans Tanjungan senilai Rp5 Miliar yang dikerjakan PT. Kencana Biru Perkasa, Proyek Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Hajimena – Sidosari senilai Rp3 Miliar yang dikerjakan PT. Talang Batu Berseri.
Kemudian, proyek Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Natar – Sidosari senilai Rp3 Miliar dikerjakan PT. Cahaya Andalas Murni, dan Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Muji Mulyo – Merak Batin senilai Rp4 Miliar dikerjakan PT. Talang Batu Berseri.
Kondisi proyek-proyek ini mayoritas sudah mengalami kerusakan cukup parah. Mulai dari retak-retak, bergelombang, berlubang hingga aspalnya mengelupas dan berlumur tanah. Seperti Proyek Peningkatan Jalan Ruas Beringin Kencana – Purwodadi senilai Rp9,2 Miliar yang dikerjakan PT. Mulia Putra Pertama, dari penelusuran Harian Pilar di lapangan diketahui kini kondisinya sudah berlubang, bergelombang, dan aspalnya nyaris hilang dan bermulur tanah dan susah dilalui. Sehingga terdapat warga yang secara sukarela memperbaiki kerusakan jalan itu dengan alat seadaanya agar bisa dilalui.
“Saya menimbun bagian jalan ini yang sudah banyak rusak, saya sukarela. Itu ember kalau ada yang mau nyumbang saja,” ujar Ranta saat ditemui Harian Pilar tengah menimbun bagian jalan yang rusak, Minggu (12/2/2017).
Menurut Ranta, jalan itu memang baru di perbaiki tahun kemarin namun sudah rusak lagi.”Baru tahun kemarin di perbaki. Tapi ya kayak gini kondisinya, itu banyak yang parah rusaknya terpaksa saya tambal-tambal pakai cangkul agar bisa dilewati warga,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya.”Cuma yang di beton saja mas yang masih bagus, kalau yang di aspal itu sudah rusak semua. Kalau yang di beton cuma sekitar satu kilo. Masak iya anggarannya sampai Rp9 Miliar mas? Kondisinya saja seperti itu,” ujar Tarmizi, warga yang melintas di jalan itu.
Menurutnya, sampai saat ini belum pernah terlihat ada yang melakukan perbaikan setelah jalan itu rusak lagi.”Belum pernah liat ada yang memperbaiki lagi. Setau saya tahun 2016 kemarin di perbaiki, terus rusak lagi sampai sekarang belum ada lagi perbaikan,” terangnya.
Kondisi tak jauh berbeda dengan proyek Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Sidomulyo – Desa Trans Tanjungan. Meski menelan anggaran hingga Rp5 Miliar proyek yang dikerjakan PT. Kencana Biru Perkasa ini juga sudah rusak cukup parah.”Iya mas ini baru beberapa bulan kemarin di perbaiki, ini sudah rusak lagi,” keluh Warman warga setempat.
Kemudian, proyek Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Natar – Sidosari senilai Rp3 Miliar dikerjakan PT. Cahaya Andalas Murni juga sudah mengalami kerusakan seperti berlubang,aspal mengelupas dan retak-retak.Nasib serupa juga dialami proyek lainnya yakni Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Hajimena – Sidosari senilai Rp3 Miliar yang dikerjakan PT. Talang Batu Berseri dan Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Muji Mulyo – Merak Batin senilai Rp4 Miliar dikerjakan PT. Talang Batu Berseri. Kedua proyek ini juga secara kualitas meragukan karena kondisinya juga sudah berlubang dan retak-retak. (Saiful/Eka/Tim/Juanda)












