Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Tanggamus, mengaku punya cara jitu untuk terus meningkatkan produksi padi, seperti yang diminta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hi. Samsul Hadi. Mereka akan menerapkan sistem penanaman terpadu melalui pendampingan dan penggantian jenis padi pada program pertanian di tahun 2017 ini.
Sekretaris DTPH Tanggamus Hasanuddin menjelaskan, kedua sistem itu diterapkan untuk terus meningkatkan hasil pertanian, hingga mencapai target atau surplus seperti pada tahun 2016. Dan diterapkannya pergantian jenis padi di tahun ini, bertujuan untuk menekan berkembangnya hama yang sama jika bibit tersebut tidak diganti.
“Seumpamanya padi ciherang kita ganti dengan bibit lain, hama yang berkembang di bibit ciherang tidak akan berkembang di bibit padi yang baru. Makanya kita anjurkan diganti, paling tidak diselangi. Cara inilah yang nanti kita terapkan di tahun ini,” kata Hasanuddin, Minggu (29/1/2017).
Ia mengatakan, perhitungan surplus pada tahun 2016, berdasarkan total produksi untuk keperluan benih, penyusutan, dan hasil gabah kemudian dikonversikan menjadi beras. Lallu dijumlahkan dengan penduduk Kabupaten Tanggamus berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kalau hitungannnya di 2016, kita masih surplus kurang lebih 70 ton. Itu dengan asumsi jumlah penduduk Tanggamus 560 ribu lebih jiwa dan berdasarkan BPS juga kebutuhan akan beras dalam setahun 104 kilogram/orang/tahun,” jelas Hasanuddin.
Untuk diketahui Samsul Hadi menyampaikan Pemkab Tanggamus melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH), optimis akan ada peningkatan produksi khususnya padi. Dan pada tahun anggaran 2017, Samsul meminta kepada DTPH agar tetap konsisten berupaya memberikan pelayanan prima dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program serta kegiatan. Salah satunya melalui kegiatan Pengembangan Gerakan Pengembangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT).
“Selain itu program peningkatan produksi dan nilai tambah hortikultura, dengan kegiatan peningkatan kawasan bawang merah, peningkatan kawasan aneka cabai, kegiatan desa organik berbasis sayuran, pengembangan jambu Kristal, pengembangan jambu jamaica dan kegiatan pengembangan manggis serta program kegiatan prasarana dan sarana pertanian,” tandas Samsul Hadi. (Agus/JJ)









