Harianpilar.com, Mesuji – Menyikapi insiden yang menimpa tim relawannya di posko pemenangan pasangan calon bupati nomor urut 1 Febrina-Adam di Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, pada Sabtu malam (21/1/2017) sekitar pukul 23.00 wib. Yang mana tim relawan Khamami yang sempat dihadang dan diintrograsi, calon bupati nomor urut 2 Khamami memastikan akan menjamin keamanan timnya agar merasa nyaman dalam bekerja.
Hal itu diungkapkan Khamami kala menerima laporan bahwa tim relawannya dari Desa Kejadian, Kecamatan Way Serdang yang baru saja pulang berkunjung dari poskonya sempat dihadang dan di interogasi oleh tim pemenangan paslon bupati nomor 1.
“Sudah kita sampaikan dengan tim, bahwa kita selalu back-up dan sufort mereka. Dan saya minta kepada masyarakat harus semakin kuatkan tekad agar kita hebat, masyarakat punya hak menentukan pilihan. Mereka memilih pemimpinnya sendiri sesuai dengan hati nurani, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan, negara kita ini negara hukum dan tidak ada orang yang kebal hukum,” tegasnya.
Bahkan, calon bupati petahana itu mengaku kecewa dengan pelaksanaan hajat pesta demokrasi tahun ini, yang dirasa kurang nyaman dan kondusif. Dimana masyarakat dibuat takut untuk menentukan pilihan. Untuk itu, Khamami berharap kepada Panwaslu dan pihak Kepolisian untuk lebih berperan aktif dan maksimal dalam mengawal jalannya pilkada, agar masyarakat lebih nyaman merayakan pesta demokrasi tahun ini.
“Saya sangat kecewa dengan pesta demokrasi tahun ini. Sebab, kenyamanan masyarakat untuk menentukan pilihan tidak ada. Saya harap peran serta pihak Panwaslu dan Kepolisian dapat lebih maksimal mengawal jalannya pilkada tahun ini. Seperti kita ketahui, Deklarasi pilkada damai sudah ditandatangani bersama, untuk itu, dalam mencari dukungan harus dengan sehat,”tandas Khamami (Sandri/JJ)









