Harianpilar.com, Bandarlampung – Langkah Universitas Bandar Lampung (UBL) yang menggelar sosialisasi perdana Roadshow Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2017. Semakin memperbesar harapan para pemuda dari Provinsi Lampung memperoleh kesempatan sebagai duta negara ke luar negeri.
PPAN 2017 merupakan program kolaborasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UBL, bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Provinsi Lampung. Kegiatan ini terlaksana di Auditorium Gedung M, Kampus B, Pascasarjana, Dra.Hj. Sri Hayati Barusman, Selasa (10/1/2017).
Turut hadir,Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Drs. Harpain, MAT, MM mewakili Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA, Dekan FKIP Susanto Saman. SS, MHum, MA, Ph.D, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP Helta Anggia, S.Pd., M.A., Sekprodi PBI-FKIP Dameria Magdalena, S.Pd, M.Hum, para dosen, mahasiswa melalui Badan Eksekutif (BEM) FKIP, dan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Inggris (HMPI) FKIP. Hingga perwakilan mahasiswa fakultas UBL lain maupun universitas lain, di Lampung hingga nasional.
Sedangkan, PCMI Lampung menghadirkan para pemateri, yakni alumni delegator PPAN seperti Joshua, Rico P. Budi, Hanny Lismora, Ardian Wiranata, Ade Gultom, Rizky Kurnia, Rendy Firnanda dan Danu Afriando. Termasuk, tamu undangan seperti Biro Organisasi Kantor Gubernur Lampung Saptaria Hani Pasha SH, MH dan pembimbing PCMI Lampung Indri Astuti, ST, MT.
Harpain mengapresiasi UBL ditunjuk PCMI Lampung, sebagai organisasi yang ditunjuk Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) maupun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung, sebagai regulator sosialisasi dan penyeleksian PPAN 2017, di Lampung.
“Kegiatan ini sangat tertarik diikuti, karena memfasilitasi perwujudan mimpi pemuda Indonesia keluar negeri. Mereka menjadi refrensi bahwa pemuda Indonesia, banyak berhasil dan lulus ujian pertukaran pemuda di luar negeri. Untuk Lampung, kesempatan itu terbuka lebar ketujuh negara tujuan program pertukaran pemuda,”ucap Harpain yang juga alumni PPAN 1980 ini.
Ketujuh program itu yakni pertukaran ke Tiongkok melalui Indonesia – China Youth Exchange Program/IChYEP, ke Jepang melalui Indonesia-Japan Youth Exchange Program/IJYEP, ke berbagai negara Asean melalui Ship for South East Asia Youth Program/SSEAYP, ke Australia melalui Australia-Indonesia Youth Exchange Program/AIYEP, ke India melalui Indonesia-India Youth Exchange Program/IIYEP, ke Kanada melalui Indonesia-Canada Youth Exchange Program/ICYEP, ke Malaysia lewat Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program/IMYEP sampai ke Korea lewat Indonesia – Korea Youth Exchange Program/IKYEP.
“Meski diinisiasi FKIP, program ini terbuka luas bagi para mahasiswa (fakultas dan prodi) lain di UBL. intinya memenuhi prasyarat dan mempersiapkan diri sebaiknya. Tinggal kontribusi nyata mereka mengharumkan nama kampus, daerah, bangsa dan negara lewat berbagai program dan prestasi. Kita harap melalui PPAN, mahasiswa UBL meneruskan kiprah nyata secara internasional,”harapnya.
Sedangkan, Susanto Saman beranggapan PPAN ini bentuk program efektif memotivasi para mahasiswa UBL, sukses berkiprah diluar negeri. Khusus buat FKIP, hal itu sejalan dengan visi misi para mahasiswanya memiliki wawasan internasional.
“Program ini peluang nyata ketingkat internasional. Seluruh mahasiswa FKIP, diikutsertakan seleksi. Kita bantu proses pembekalannya, dengan buat rancangan program persiapan (training)nya, guna hadapi proses seleksi April mendatang. Harapannya banyak yang lulus. Karena kita lihat potensi (lulus) ketujuh program negara, sangat terbuka luas,”harapnya. (Rls/JJ)









