Harianpilar.com, Bandarlampung – Pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur jalan milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tulangawang (Tuba) tahun 2015-2016, yang terindikasi sarat penyimpangan berpotensi merugikan negara. Betapa tidak, proyek yang baru seumur jagung ini secara kualitas sangat meragukan bahkan mengalami rusak parah. Otomatis, penyerapan anggaran pada sejumlah proyek ini secara manfaat tidak dapat dirasakan masyarakat dan terkesan mubazir.
Devisi Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Transparansi Akuntabilitas Publik (YLBH-TAP) Muhamad Yusuf menilai, seperti yang dipaparkan dalam berita, dugaan penyimpangan pada pelaksanaan proyek di Dinas PU Tuba sangat kuat dan berpotensi merugikan Negara.
Terlebih, kata M Yusuf, kualitas proyek tersebut sangat meragukan. “Jika kualitas proyek meragukan dan tidak sesuai dengan ketentuan teknis, maka pihak dinas berkewajiban untuk tidak menerima hasil pekerjaan. Namun jika pihak dinas menerima dan melakukan pembayaran atas pekerjaan tersebut tanpa mempertimbangkan kualitas maka bisa dipastikan proyek tersebut merugikan Negara,” ungkap M Yusuf, saat dihubungi via telepon, Selasa (10/1/2017).
Menurut M Yusuf, dalam penganggaran proyek pembangunan, keuntungan pihak sudah diatur dalam UU Jasa Konstruksi, maka pengerjannya harus sesuai dengan ketentuan volume dan harga satuan.
“Jika tidak sesuai dengan ketentuan harga satuan dan volume maka diduga ada penyimpangan otomatis merugikan Negara,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, pembangunan infrastruktur jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tulangbawang dari tahun ke tahun menyedihkan. Meski menelan anggaran miliaran namun banyak proyek jalan justru dikeluhkan masyarakat akibat cepat rusak. Kuat dugaan hal itu akibat pengerjaan yang tidak sesuai ketentuan sehingga kualitas jalan buruk.
Kondisi itu terlihat dari pelaksanaan beberapa proyek infrastruktur jalan tahun 2015-2016 milik Dinas Pekerjaan Umum(PU) Kabupaten Tulangbawang yang secara kualitas meragukan, bahkan baru seumur jagung proyek-proyek itu sudah mengalami kerusakan parah.
Seperti proyek tahun 2015 berupa Peningkatan jalan sampai hotmik ruas jalan SP.Bawang Sakti-Cempaka Dalam Kecamatan Menggala Timur yang dikerjakan CV.Abadi Pembangunan Persada menelan anggaran Rp 1,5 Milyar dengan volume pekerjaan panjang 1,03 Km dan lebar 3,5 M. Kini jalan ini sudah banyak berlubang, retak-retak panjang, bahkan ambrol baik ditengah dan dipinggir kanan-kiri jalan.
Begitu juga proyek tahun 2015 lainnya yakni Proyek jalan Lapen ruas Jalan Poros Rajawali – Karya Bakti Kecamatan Meraksa Aji dikerjakan oleh CV. Putri Menggala menelan anggaran Rp1,5 Miliar dengan volume panjang 3 Km lebar 3 Meter, dan proyek Ruas Jalan Kecubung Jaya KNPI – Talang Buah Kecamatan Gedung Aji dengan volume panjang 2,25 Kilometer dan Lebar 3,50 Meter, Proyek ini dikerjakan oleh CV.Indo Teknis Prima Solusi dengan menghabiskan anggaran Rp3 Miliar.
Kedua proyek ini kondisinya juga sudah sangat parah, selain terdapat banyak lobang juga sudah mengalami retak-retak parah serta ambrol. Bukannya membuat masyarakat bangga, keberadaan proyek berkualitas buruk ini justru menyengsarakan masyarakat.”Baru saja selesai dikerjakan sudah rusak kembali mas. Seperti jalan lapen dari Simpang Poros Rajawali sampai dengan Karyabakti ini, sudah banyak lobang dan ambles, batu-batunya bertaburan dijalan, ini malah menyengsarakan mas,” keluh Sutiman (26), Warga di Kecamatan Meraksa Aji saat Harian Pilar menelusuri proyek ini beberapa waktu lalu.
Menurut Sutiman, awalnya masyarakat sangat berterimakasih pada Pemerintah yang telah memperbaiki jalan itu. Namun, pelaksanaan perbaikan yang menghasilkan jalan berkualitas buruk itu justru menimbulkan kekecewaan pada masyarakat.
“Kami atas nama masyarakat Gedung Aji sangat berterimakasi kepada pemerintah yang telah meperbaiki jalan di Kampung kami, tetapi kami juga sangat kecewa atas kualitas jalan itu, kondisinya sudah mulai berlubang dan retak panjang,” cetusnya.
Dari hasil penelusuran Harian Pilar, memang ditemukan kondisi jalan-jalan itu rusak parah, retak-retak dan belah, hingga ambrol dan berlubang. Bahkan, sisi kanan dan kiri pada masing- masing bahu jalan terkelupas sehingga mempersempi jalan tersebut.Kondisi jalan ini justru membahayakan pengguna jalan khususnya pengendara sepedah motor.
Kondisi yang sangat parah juga ditemukan pada Jalan Kecubung Mulya-Kecubung yang baru selesai dua bulan selesai dikerjakan. Proyek tahun 2016 yang dikerjakan dikerjakan oleh CV. Putri Menggala ini menghabiskan anggaran hingga Rp3,2 Miliar, tapi kini kondisinya sudah rusak parah, retak dan mengelupas serta berlubang.
Kuat dugaan pengerjaan proyek ini tidak sesuai spesifikasi teknis yang ditentukan dalam kontrak,hal itu terlihat dari penggunaan matrial lapisan permukan pada jalan yang sangat tipis sehingga ikatan antaraspal dengan agregat mudah lepas dan menyebabkan jalan cepat rusak.
Sementara itu, pihak Dinas PU Tuba tidak bisa memberikan penjelasan terkait masalah ini. Saat dikonfirmasi melalui surat resmi awal Desember tahun 2016 lalu, hingga kini Dinas PU Tuba tidak memberikan klarifikasi. Bahkan, Kepala Dinas PU Tuba, Ferly Yuledi, berulang dikonfirmasi melalui ponselnya tidak menjawab. (Tim/Merizal/Juanda)









