Harianpilar.com, Bandarlampung – Roemah Kopi O’Bangi yang akan diresmikan pada, Jumat 6 Januari 2017 mendatang resmi dijadikan tempat diskusi untuk mencari solusi pembangunan Lampung khususnya masalah perekonomian dan pertanian.
“Roemah Kopi O’Bangi akan menjadi salah satu tempat diskusi untuk mencari solusi pembangunan dan perekonomian Lampung,” kata Sekdaprov Lampung Sutono, saat rapat persiapan peresmian Roemah Kopi O’Bangi, di Jalan Griya Utama 17A Wayhalim, Bandarlampung, Minggu (1/1/2017).
Hadir pada rapat persiapan tersebut antara lain Ketua Harian Himpunan Alumni IPB Lampung Agus Wahyudi, yang juga sebagai ketua Pintar Lampung, Sekretaris Himpunan Alumni Ida Rahmawati dan segenap pengurus lainnya.
Menurut Sutono, yang juga ketua Himpunan Alumni IPB Lampung, keberadaan Roemah Kopi O’Bangi ini juga diharapkan menjadi tempat diskusi setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
“Dengan situasi yang lebih non-formal, segala permasalahan yang ada bisa diselesaikan,” kata Sutono.
Untuk diketahui peresmian Roemah Kopi O’Bangi akan dilakukan pada hari jumat pukul 14.00 akan dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung seperti Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan, dan lainnya. Hadir juga para alumni khususnya angkatan 15 yang terkenal dengan Grup Ambissi.
“Persmian ini juga sekaligus menggalakkan pariwisata di Lampung dengan memperkenalkan kopi Lampung yang telah mendunia,” ujarnya.
Manager Roemah Kopi O’Bangi, Dega Kharisma peresmian ini akan diisi dengan kegiatan antara lain penyerahan paket sembako kepada anak yatim yang akan diberikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono.
“Kami juga akan merenovasi lingkungan yang ada di sekitar Roemah Kopi O’Bangi untuk dijadikan taman yang akan mempercantik lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk Corporate Social Responsibility dari Roemah Kopi O’Bangi,” kata Dega.
Dijelaskan oleh Dega Kharisma, menu andalan dari Roemah Kopi O’Bangi ini adalah kopi yang berasal dari petani Lampung dengan harga mulai dari Rp. 15.000/cangkir, selain itu juga terdapat menu makanan favorit yang dibuat oleh chef yang telah berpengalaman yaitu Sop Buntut Bakar Balado dan Pindang Ikan Baung dengan harga Rp 45.000 dan Rp. 40.000.
“Khusus peresmian jumat besok, harga produk makanan kami bebas tapi tidak gratis, pengunjung bebas menentukan harganya,”ujarnya.
Kami yakin akan memberikan produk yang berkualitas, waktu pelayanan yang cepat, dan juga harga yang bersahabat. “Tempat ini akan dijadikan sebagai tempat diskusi setiap SKPD di Lampung,” singkatnya. (Ramona/JJ)









