oleh

Pasar Madang ‘Dikepung’ Sampah

Harianpilar.com, Tanggamus – Warga yang berdomisili di lingkungan Pasar Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan sampah yang berserakan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kotaagung kabupaten setempat.

Sampah pasar yang dikumpulkan dari pagi hari hingga sore tersebut dipusatkan di satu TPS saja dan hanya diangkut ke TPA  satu kali dalam 24 jam yakni pada pagi hari saja, sehingga pada waktu malam mahri sampah-sampah tersebut menumpuk, bahkan sering berserakan karena diserang oleh binatang peliharaan seperti kambing bahkan anjing liar bahkan karena sampah tersebut bermacam-majam jenis sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Wati, pedagang buah-buahan yang berada tepat disamping TPS tersebut merasa sangat terganggu dengan keadaan tersebut. Dia mengatakan bahwa selain tidak sedap dipandang, sampah tersebut juga menimbulkan bau busuk yang menyengat dan sangat berpengaruh pada kesehatan.

“Kalau pengaruh dari penghasilan sepertinya biasa saja, tapi kalau pengaruh kesehatan jelas mas karena bau yang menyengat tentu saja sangat berpengaruh pada pernafasan, belum lagi kalau petugas pengangkut sampahnya libur seperti hari Minggu, tentu saja akan semakin menumpuk,” ungkap Wati saat ditemui ditempatnya berjualan, Selasa (6/12/2016).

Senada dengan Wati, pemilik toko Alim yang juga berdekatan dengan TPS itu juga mengeluhkan imbas dari penumpukan sampah yang tidak langsung diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang dipusatkan di Pekon Kali miring Kotaagung Barat, selain berpengaruh pada pelanggan karena bau yang ditimbulkan ia juga mengaku jijik melihat kondisi sampah tersebut yang berserakan.

“Bukan kami saja sebenarnya yang merasa terganggu, pengunjung pasarpun kalau lewat depan sini selalu menutup hidung, berartikan bau mas,” ketusnya pula.

Selanjutnya iapun berharap agar pihak yang berwenang mengenai masalah tersebut agar mencarikan solusi agar permasalahan sampah tersebut bisa diatasi, karena selain faktor kesehatan, pasar tersebut merupakan pasar kabupaten tentunya akan menimbulkan kesan yang kurang baik apabila pasarnya kotor dan bau.

“Paling tidak ada solusilah untuk mengatasi hal tersebut, bila pengunjalan hanya satu kali kenapa tidak dicoba dua kali yaitu pagi dan sore mungkin tidak separah ini,” harapnya.

Sementara itu, Lurah Pasar Madang, Isman Hadi mengatakan bahwa petugas pengangkut sampah dengan menggunakan kendaraan roda 4 dari TPS ke TPA pengondisianya adalah Camat Kotaagung, sehingga dirinya mengaku tidak tahu mengenai bagaimana tekhnis yang diterapkan di lapangan. Namun dirinya juga membenarkan bahwa keluhan sampah tersebut sudah sampai ditelinganya bahkan sudah lama diketahuinya.

“Sebenarnya masalah tersebut sudah cukup lama dikeluhkan oleh masyarakat sekitar, terutama yang tinggal didekat lokasi TPS pasar tersebut, tetapi wewenang kami hanya sifatnya menegurkan kepada masyarakat yang mempunyai hewan peliharaan seperti kambing agar tidak berkeliaran dilokasi tersebut bahkan hingga beberapa kali sudah diberikan surat teguran kepada pemilik hewan, namun tetap saja hal itu terjadi,” ungkap Isman.

Isman Hadi juga menambahkan, untuk mengatasi permasalahan kebersihan pasar diperlukan koordinasi dan kerja sama dari semua pihak terkait apalagi pasar Kota agung merupakan pasar Kabupaten yang tentunya akan menjadi sorotan umum, selain tempat transaksi penjual dan pembeli, pasar juga berfungsi sebagai salah satu objek wisata bagi para pendatang yang berkunjung ke Kabupaten Tanggamus, dan tentunya hal kebersihan harus menjadi prioritas.

“Diperlukan keterlibatan semua pihak, seperti Dinas Pasar, BPLHK dan Kecamatan bahkan masyarakat, dalam menangani hal ini, mengingat permasalahan ini bukanlah perkara mudah, masyar a katpun dituntut untuk ikut perduli dengan tidak sembarangan membuang sampah ke TPS pasar tersebut apalagi lokasinya ditengah pasar yang selalu ramai,” harapnya. (Agus/Mar)