oleh

Tim Appraisal Mulai Hitung Harga Tanah Waydadi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Proses pelepasan lahan Waydadi, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung seluas 89 hektar melalui lelang yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, secara bertahap mulai berjalan. Bahkan mulai pecan depan, Tim Appraisal mulai melakukan penghitungan harga tanah di tiga kelurahan tersebut.

“Ya minggu depan tim appraisal mulai melakukan penilaian harga tanah perbidangnya,” ungkap Kepala Biro Aset dan Perlengkapan Pemprov Lampung Lukmansyah, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/11/2016).

Ia menargetkan pekerjaan penilaian (appraisal) tanah dapat diselesaikan selama satu bulan kerja.

‘Kami perkirakan satu bulan (tim appraisal) kerja bisa selesai. Supaya tahu besaran nilai tanah di aset Pemprov itu. Tim appraisal lah yang menentukan harga yang harus dibayarkan masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan Kabag Pemanfaatan Aset, Saprul Al Hadi, aset Waydadi seluas 89 hektar yang akan dilepas dan diganti rugi oleh masyarakat sekitar 70 hektar.

“Kurang lebih 70 hektar yang akan dilepas, karena itu sudah dikurangi fasilitas sosial dan fasilitas umum. Di antaranya termasuk jalan, masjid atau mushola, sekolah dan lain lain,” jelasnya.

Untuk anggaran jasa konsultasi penilaian (Appraisal) penglepasan aset Waydadi, jelasnya, Pemprov telah menganggarkan Rp960 juta diperuntukkan untuk mengukur kurang lebih 1700 bidang tanah di lahan yang telah diduduki masyarakat selama puluhan tahun tersebut.

Saprul juga memastikan tidak ada lahan kosong di atas aset milik Pemprov Lampung tersebut.

“Hasil perincikan BPN kota Bandarampung kemarin yang diserahkan ke kita ada sekitar kurang lebih 1700 bidang tanah. Tidak ada lahan kosong, semua bidang tanah dipastikan ada pemiliknya,” pungkasnya.

Sebelumnya Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo mengatakan, cepat lambatnya penglepasan aset Waydadi membutuhkan kerjasama seluruh pihak. Pihaknya juga optimis dapat terselesaikan di tahun 2016 ini.

“Ini butuh kerjasama semua pihak, cepat lambatnya, ada kendala tidak di lapangan. Kita harap yang sudah tertunda lama ini mudah mudahan selesai ditahun 2016 ini. Kalau pun tidak di semester pertama 2017,” tandasnya. (Ramona/Juanda)