Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Ratusan hektare lahan perkebunan singkong di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) terendam air banjir. Hal tersebut terjasi selama beberapa hari ini lantaran lahan yang ditanami singkong berada di rawa.
Saat ditemui di area kebunnya Senin (28/11/2016) Hamidi, salah satu petani singkong di Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulangbawang Tengah (Tbt), Kabupaten Tubaba, mengatakan warga tengah sibuk memanen singkong miliknya. “Ya mas, saya dan beberapa rekan lainya kini tengah memburu untuk memanen tanaman singkong. Seperti yang kita lihat, walaupun belum cukup usia panen, ini harus kami lakukan. Jika tidak, maka kami akan rugi besar dengan keadaan lahan yang kebanjiran ini”, tegasnya.
Menurut Hamidi peristiwa kebanjiran tersebut telah berlangsung selama beberapa hari sebelumnya. Dan dampak yang ditimbulakan adalah kerusakan pada tanaman singkong di lahan tersebut. Meskipun dengan harga yang seadanya, pemanenan adalah langkah yang harus diambilnya dan petani lain yang senasib.
“Sekitar 3 hari yang lalu, lahan kebun saya mulai digenangi air, karna memang ini adala lahan Nyapah/Rawa. Lahan saya sekitar 4 hektare, belum lagi lahan milik petani lahan nyapah lainya. Walawpun harga singkong saat ini yang kurang bersahabat, kami tetap harus memanenya. Dari pada lebih rugu lagi karna singkong yang busuk”, terangnya.
Terpisah, Suhaili petani singkong nyapah di Tiyuh Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, puluhan petani mengalami hal tersebut. Dan memanen adalah langkah yang harus dilakukan mereka. “Disini ada sekitat puluhan hektare lahan singkong nyapah yang mengalami kebanjiran. Padahal saat ini seharusnya belum masa air naik. Walawpun demikian, kami harus tetap memanen singkong yang kebanjiran ini. Dari pada kami lebih rugi lagi, karena singkong busuk,” sambung Suhaili. (Epri)









