oleh

Warga Minta Pemkab Tanggamus Bangun Talut Kali Begok

Harianpilar.com, Tanggamus – Warga Kapuran Kelurahan Pasar Madang, Kabupaten Tanggamus yang tinggal di tepi sungai aliran Kali Begok Kapuran, berharap kepada pemerintah setempat untuk membangun talut penahan tanah di aliran sungai tersebut. Menurut warga RT 16, Edi (36) mengatakan bahwa salah satu alasan pentingnya dibangun talut di bantaran kali begok tersebut karena saat datangnya musim hujan, air sungai meluap dan masuk ke rumah warga. Hal tersebut disebabkan kurang lancarnya aliran air sungai. Selain itu tanah dibantaran sungai juga tergerus, sehingga mengakibatkan berpindah-pindahnya aliran sungai.

“Saat hujan deras, disini sering kebanjiran hingga mencapai 30 cm masuk kedalam rumah. Kejadian beberapa waktu yang lalu sedikitnya ada 3 RT yang terendam banjir, yakni RT 10,14 dan RT 16 ini,” ujarnya sambil menunjuk ke arah sungai tersebut, Minggu (20/11/2016).

Selain itu, lanjut Edi, Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik warga Pasar Madang yang terletak di seberang sungai, sudah banyak tergerus yang diakibatkan oleh pindahnya aliran sungai, apalagi kultur tanah dilokasi tersebut merupakan pasir dan bebatuan kecil (Kerokos) sehingga sangat mudah terbawa oleh arus air. “Setidaknya sudah ada 5 kuburan yang jebol bahkan jenazahnya sampai hanyut dibawa aliran sungai,” terang Edi.

Sementara itu Lurah Pasar Madang Isman Hadi, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan perihal sering terjadi banjir yang diakibatkan oleh luapan sungai kali begok diwilayah itu, ia mengatakan kalau pihaknya sudah pernah mengusulkan untuk dibangun talut penahan tanah, namun hingga saat ini belum terealisasi.

“Kami sudah mengajukan usulan untuk pembangunan talut melalui proposal yang saya serahkan kepada pihak Dinas PU (Pekerjaan Umum) Provinsi beberapa waktu yang lalu, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya,” kata Isman Hadi.

Diketahui sebelumnya bahwa aliran sungai kali begok merupakan sungai buatan untuk memindahkan aliran sungai Waytuba yang terletak diujung aliran sungai (Muara) untuk mengurangi debit air yang melintas ditengah perkampungan, selain itu sungai tersebut juga merupakan batas wilayah antara Kelurahan Kuripan dan Pasar Madang dengan wilayah Pekon Terbaya Kecamatan Kotaagung, pada saat itu sungai buatan tersebut dikerjakan oleh dinas PU Provinsi dengan memasang beronjong, namun saat ini material beronjong tersebut sudah tidak ada lagi dan habis terbawa arus, sehingga saat ini kondisi sungai semakin menyempit sehingga tidak mampu menampung debit air pada saat musim hujan, serta bantaran sungai merupakan tanah pasir yang sangat rentan tergerus. (Agus)