Harianpilar.com, Bandarlampung – Semakin masifnya perkembangan teknologi informasi, tanpa dibarengi pemanfaatan hal itu diranah studi akademik para mahasiswa. Membuat Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Himabi Fisip) UBL mendorong atensi mahasiswa, melalui kegiatan workshop bersama Praktisi Blooger dari Tunas Lampung, Gita Sapta Nugraha, S.Kom di Aula Gedung Rektorat, Lantai 7, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman UBL, Selasa (15/11/2016).
Kegiatan yang diikuti 124 peserta ini,menyertakan Dekan Fisip UBL Dr. Drs. H. Yadi Lustiadi, M.Si, Kaprodi Ilmu Administrasi Publik Dr. Ida Farida, M.Si, Kaprodi Ilmu Administrasi Bisnis Drs. Suwandi, M.M, Sekprodi Ilmu Komunikasi Noning Verawati, S.Sos, M.A, para dosen hingga mahasiswa Fisip maupun fakultas dan prodi lain UBL.
Yadi Lustiadi sangat mengapresiasi diadakannya workhop tersebut.Selain berbentuk aktifitas bermanfaat bagi sivitas akademika, khususnya para mahasiswa.
Terutama,menambah wawasan tentang pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam menujang akademik.
“Dengan kondisi abad 21, tidak bisa dibantah lagi teknologi informasi sangat urgen (penting). Diibaratkan darah dalam tubuh. Kita harus mau (terbuka) terhadap akses informasi. Sebagai suatu sarana, tak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tapi sarana fasilitas kemudahan hidup,” ucapnya.
Yadi membawa pesan Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, M.B.A, yang mengingatkan perjalanan teknologi informasi semakin pesat,berdampak pada kehidupan mahasiswa sebagai generasi flash. Pasalnya setelah melewati generasi X, Y dan Z, generasi flash sangat ketergantungan pada akses teknologi informasi.
“Suka tidak suka, mahasiswa UBL harus memaksimalkan berbagai hal teknologi informasi. Bahkan, dalam sistem perkuliahan, semakin ditinggalkan sistem perkuliahan manual (hard copy). Penggunaan laptop,android,flashdisc, modem dan kuota menjadi sarana wajib perkuliahan. Mengakibatkan sistem perkuliahan dan waktu pembelajaran menjadi cepat,”ujarnya.
Kedepan, Dekanat Fisip bersama Rektorat UBL berharap dari workshop ini, dapat mendorong peran mahasiswa dalam mengembangkan pola kecerdasan, tidak lagi berbasis sebagai pengakomodir. Tapi mampu menciptakan pola-pola teknologi informasi baru,yang dimulai dari ranah akademik kampus.
“Para peserta harus memanfaatkan workshop ini, karena teknologi informasi menjabarkan segala hal ilmu pengetahuan maupun aplikasi praktis.Intinya, kita mau memperdalaminya.Fisip akan kembangkan pola (pembelajaran)teknologi informasi, yang menyentuh aspek afektif, kognitif dan motorik. Sehingga sistem teknologi informasi dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin,”pintanya. (rls/JJ)








