oleh

Dua Kampung Nyaris Bentrok

Harianpilar.com, Lampung Tengah – Keributan antara warga Desa Sritejo Kencono, Kecamatan Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah dengan warga Desa Kedaton Induk, Kabupaten Lampung Timur berakhir damai. Sedangkan para pelaku yang terlibat kasus tersebut diproses secara hukum.

Tokoh masyarakat kedua desa bersama aparat keamanan,  dan kepala daerah di dua Kabupaten itu melakukan pertemuan di Rumah Makan Agam Metro, Minggu (5/11/2016) pukul 17.00 WIB.

Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Lampung Tengah Mustofa, Wakil Bupati Lampung Timur Saiful Bukhori, Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Inf Jajang Kurnian.

Hadir Kapolres Lampung Tengan AKBP Dono Sembodo, Kapolres Lampung Timur AKBP Harseno Asisten II Lampung Timur, Tarmizi, Kesbangpol Lampung Timur Amriadi, Mayor Inf Joko S, Pabung Lamtim, Kapten Inf Suprobo (Pasi Inteldim 0411/LT), Camat Kota Gajah.

Dandim 0411/Lampung Tengah, Letkol Inf Jajang Kurnian mengatakan dalam pertemuan tersebut diperoleh kesepakatan antara lain; pertama, akan melakukan penangkapan dan proses hukum terhadap warga bernama Agus Juanda, yang disebut sebut sebagai pelaku pemalakan dan penusukan.

Kedua, kedua warga kampung bersama-sama saling menahan diri dan menjaga setabilitas dan kondusifitas daerah masing-masing.

Ketiga, warga diminta untuk tidak terprovokasi dengan pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab. “Dan point keempat segera melaksanakan pertemuan bersama tokoh masyarakat Kedaton, tokoh masyarakat Kota Gajah, dan masyarakat lain, guna menyelesaikan permasalahan tersebut agar tidak berkembang dan meluas,” katanya.

Kericuhan diduga terjadi akibat aksi pemalakan yang dilakukan oleh warga Kedaton, Lampung Timur terhadap warga Sritejo Kencono Lampung Tengah. Warga sempat bersitegang diperbatasan kedua belah Kabupaten dengan membawa senjata tajam, parang dan bambu runcing. Beruntung, aparat gabungan TNI dan Polri dengan sigap menghalau massa dan langsung mengamankan situasi. Kejadian bermula sekitar pukul 08.00 WIB, korban Riyanto (36) warga Kampung Sritejo Kencono, Kabupaten Lampung Tengah, dimintai uang sebanyak Rp 2 juta oleh Agus Juanda (39).

Korban bersikekeh mengaku tidak memiliki uang, maka terjadilah cekcok mulut dan perkelahian antara kedua belah pihak, yang menyebabkan korban menderita luka sayatan senjata tajam dibagian tangan sebelah kiri. Warga Kampung Sritejo Kencono Lampung Tengah yang geram tidak terima atas perbuatan pelaku, berkerumun dan menuntut aparat Kepolisian untuk segera menangkap pelaku. Bupati Lampung Tengah Mustafa turun langsung kelokasi berusaha menenangkan massa. Mustafa mencoba bernegosiasi dengan warga Kampung Sritejo Kencono, dan menghimbau untuk tidak melakukan aksi anarkis. Mustafa juga berjanji masalah tersebut akan secepatnya ditangani oleh pihak berwajib. Sementara untuk mengantisipasi kejadian ini, Mapolres Lampung Tengah melakukan rayonisasi dengan berbagai Polres dan Polsek sekitar, serta anggota Brimob dan TNI, bahkan Mapolres Lampung Tengah sendiri menerjunkan 250 personil gabungan, baik dari Sabhara maupun Polsek se-Kabupaten Lampung Tengah. Hingga saat ini, Aparat Kepolisian dan TNI masih berjaga-jaga dilokasi perbatasan kedua Kabupaten tersebut hingga kondisi kedua belah pihak yang bertikai sudah kondusif dan aman. (Herman/Mar)