Harianpilar.com, Bandarlampung – Lampung direncanakan akan menjadi tuan rumah kegiatan Simposium Internasional yang diselenggarakan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dengan dihadiri oleh perwakilan 74 Negara. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono dalam rapat koordinasi berbagai agenda Pemerintah Provinsi Lampung di ruang kerja Sekda, Rabu (2/11/2016).
Dijelaskan Sutono, dalam beberapa waktu ke depan Pemerintah Provinsi Lampung bekerjasama dengan Stakeholder terkait lainnya akan melaksanakan berbagai agenda besar di Provinsi Lampung baik yang berskala nasional maupun internasional.
Adapun agenda pertama yang akan dilaksanakan yakni terkait pelaksanaan Simposium Internasional yang merupakan rangkaian Kegiatan Biennial General Meeting (BGM-FoE International) yang diselenggarakan oleh WALHI pada 25 November mendatang di Provinsi Lampung. Rencananya kegiatan ini akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan dihadiri oleh ratusan undangan yang terdiri dari unsur perwakilan 74 negara anggota FoE Internasional, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, Akademisi, Penggiat Lingkungan, Media dan Kelompok Masyarakat.
“Ini merupakan kegiatan yang besar dan baru pertama kali di Provinsi Lampung untuk itu kami terus berupaya keras untuk memfasilitasi dan mendukung acara tersebut agar pelaksanaan berjalan lancar dan mengharumkan nama Provinsi Lampung,” ujarnya.
Selain itu Sekdaprov mengatakan agenda selanjutnya yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung yakni terkait pelaksanaan rapat kerja dalam rangka rencana pembuatan kawasan observatori dan astronomi di Kawasan Tahura Wan Abdul Rachman.
Menurutnya rencananya ini nantinya merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung, ITERA, ITB, LAPAN serta Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI. Adapun rencana lahan yang akan dijadikan kawasan tersebut mencapai luas sekitar 250 hektar dengan mencakup kawasan untuk pendidikan tentang perbintangan, lingkungan hidup, flora dan fauna, wisata penelitian serta wisata-wisata lainnya yang menunjang kawasan tersebut.
“Saat ini stakeholder terkait sedang membuat desain terkait rencana pembangunan kawasan tersebut dimana kawasan ini nantinya dapat menjadi salah satu kawasan wisata baru namun tetap memiliki unsur pendidikan, penelitian dan wisata,” jelasnya.
Ditambahkan Kabag Humas Pemprov Lampung Heriyansyah, kegiatan ini nantinya akan mendatangkan nara sumber dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta stakeholder terkait lainnya.
“Kami juga masih akan menggelar rapat lanjutan terkait berbagai agenda besar yang akan di jalankan Pemerintah Provinsi Lampung tersebut, dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinergitas untuk mencapai hasil yang diharapkan,” tandasnya. (Ramona /JJ)









