Harianpilar.com, Bandarlampung – Diduga ‘Bermain’ proyek di Dinas PU Lampung Timur (Lamtim), Bupati Lamtim Chusnunia Chalim (Nunik-red) dilaporkan sejumlah elemen ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Selain terindikasi bermian proyek, Chusnunia juga dituding melakukan intimidasi terhadap Kepala Dinas PU Lamtim Sahmin Saleh.
Ikatan Kontraktor Lampung Timur (Ikon Lamtim), dan Gerakan Masyarakat Independent Lampung Timur (GMI Lamtim), Senin (31/10/2016) resmi melaporkan Chusnunia ke Kejaksanaan Tinggi (Kejati) Lampung.
Ketua GMI Lamtim Mukarom Sanjaya menjelaskan, pihaknya bersama Ikon Lamtim, melaporkan Chusnunia ke Kejati Lampung atas tuduhan melakukan KKN dan intervensi serta intimidasi terhadap Kepala Dinas PU Lamtim Sahmin Saleh, melalui orang yang mengaku sebagai utusan bupati Lamtim yang bersikap arogan, dan mengancam jabatannya serta meminta agar segala bentuk lelang proyek DAK diserahkan kepada bupati.
”Kami sangat menyayangkan tindakan Bupati Lamtim tersebut. Mengingat Kadis
sebagai pengguna anggaran, jika tidak difungsikan maka birokrasi tidak berjalan. Bahkan menurut pengakuan Sahmin Saleh dirinya diintervensi dan diintimidasi terkait pengelolaan proyek APBD P 2016 dengan nilai total 93 miliar. Selain itu, kita menduga Chusnunia sudah mengarahkan proyek di Dinas PU kepada sejumlah rekanan. Temuan tersebut sudah kami laporkan ke Kejati Lampung,” tegas Mukarom, saat dihubugi via telepon, Senin (31/10/2016).
Dijelaskannya, jika dalam pengelolaan proyek di Dinas PU, kepala dinas tidak difungsikan, padahal dalam aturan Kadis merupakan penanggungjwab anggaran.
“Pengakuan kadis PU, jika proyek di Dinas PU pada APBD P sudah habis dibagi-bagikan kepada oknum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),” ungkap Mukarom, mengutif pengakuan Kadis PU Lamtim.
Untuk itu, tegas Mukarom, pihaknya mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung untuk segera melakukan proses hukum atas laporan tersebut. Serta mengusut tuntas adanya temuan dugaan pengkondisian proyek di Dinas PU Lamtim tahun 2016.
“Kami meminta Kejati segera memproses laporan tersebut,” tandasnya.
Terkait pemberitaan ini, Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim, belum berhasil dikonfirmasi. (Burhan/Juanda)









