Harianpilar.com, Bandarlampung – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalinsum KM 39-40 Dusun Gunungsugih, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Minggu (23/10/2016) sekira pukul 15.30 Wib. Tabrakan maut antara Bus PO Merdeka Nopol Z 7446 TA dari arah Bandarjaya dengan Mini Bus ELF 6143-II yang memuat anggota TNI TNI Batalyon 143 Candimas, Natar, Lampung Selatan (Lamsel) ini mengakibatkan satu anggota TNI tewas dan 5 mengalami luka serius.
Kabag Humas Polda Lampung, AKBP Hj. Sulistianingsih, dalam rilis yang diterima Harian Pilar, Minggu (23/10/2016) menjelaskan, kecelakaan berawal dari Bus PO Merdeka berjalan dengan kecepatan tinggi dari arah Bandarjaya, menuju arah Bandarlampung. Sesampainya di TKP tepatnya di Jalinsum Km 39-40 Dssun Gunungsugih, bus PO Merdeka menyalip kendaraan di depannya, pada kondisi jalan menikung.
Dan pada saat bersamaan datang kendaraan Minibus ELF 6143-II, yang datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi, sehingga memaksakan pengemudi ELF berusaha membuang arah kemudi ke bahu jalan sebelah kanan. Namun, upaya tersebut tidak mampu menghindari kecelakaan.
Ke enam korban kecelakaan yakni, Pratu Rendi (24) Markas 143 Candi Mas, mengalami kepala memar, robek, dada memar, tangan kiri luka robek (Meninggal Dunia). Kopda Apriansyah (32) Kompi Bantuan Mandah, mengalami patah tulang hidung, luka robek pipi kiri, robek pelipis knan dan kiri. Pratu Utis Sutisna (26) Kompi B Bandarlampung, mengalami kaki kiri robek, pelipis kiri robek, tangan kiri robek. Kopda Hariadi (Driver) (33) Markas 143 Candimas Natar, mengalami luka robek kepala blakang, sesak dada. Praka Suparno (31) Kompi A Gedongtataan, mengalami patah kaki kanan kiri, robek pelipis pipi kanan dan kiri dan Prada Tri Prasetyo (21) Markas 143 Candimas Natar, mengalami kepala kiri luka robek, dada memar, tangan luka robek, luka dalam di kepala. Ke semua korban saat ini sudanh dalam perawatan di RS. Natar Medika.
Terkait kecelakaan ini, petugas kepolisian telah melakukan langkah-langkah pengamanan antara lain dengan mendatangi tempat kejadain perkara (TKP), melakukan koordinasi dengan pihak Dansub POM Lamsel, melakukan evakuasi korban ke RS Medikan Natar, melakukan evakuasi terhadap kendaraan bus. (Ramona/Juanda)









