oleh

Agung dan Sri Diduga Renggang

Harianpilar.com, Lampung Utara – Ada kejanggalan saat ceremonial pembagian kendaraan dinas (Randis) roda empat kepada para camat yang ada di Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Betapa tidak, pada saat acara itu berlangsung tidak tampak Wakil Bupati, Sri Widodo ada di sana. Padahal, biasanya dia selalu hadir dalam kegiatan serupa mendampingi Bupati. Padahal, saat acara tersebut berlangsung Sri Widodo ada di ruang kerjanya.

Spekulasi pun bermunculan usai acara tersebut, seperti telah terjadi disharmonisasi antara Bupati dan Wakilnya. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya. Dia mengatakan, Wakil Bupati tidak mengetahui sama sekali adanya acara pembagian randis tersebut. Oleh karenanya timbul pertanyaan apa yang sebenarnya terjadi, apakah terjadi mis komunis atau lainnya. “Ya saya tanya pak Wabup, pak kok gak kelihatan tadi acara pembagian randis. Wabup bilang ia tidak mengetahui kalau ada acara itu,” ungkapnya.

Kalau begini, lanjut dia, pasti telah terjadi sesuatu. Karena biasanya setiap ada kegiatan pasti ada komunikasi dan koordinasi antara ajudan Bupati dan Wakil Bupati. Karena merasa tidak puas, sang narasumber pun menanyakan prihal itu kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Budi Utomo. Anehnya  menurut Budi, dia juga tidak tahu menahu tentang hal ini. “Saya tanya pak Budi melalui telepon, dijawab oleh pak Budi bahwa dia juga tidak tahu menahu,” terangnya.

Sebanyak 23 camat di Kabupaten Lampura menerima mobil dinas operasional kecamatan. Randis pruduk Toyota merk Rush berwarwa putih itu diserahkan Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara secara simbolis di halaman komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Senin (17/10/2016).

Randis yang diharapkan untuk menunjang kinerja para camat ini dianggarkan melalui APBD Lampura tahun 2016 satu unit senilai Rp221.130.000.
Dalam kesempatan itu Bupati Lampura Agung Ilmu Mangunegara mengatakan Randis diberikan kepada camat yang kendaraannya tidak sesuai lagi dan sudah beberapa tahun tidak ada pergantian. ”Ya, kendaraan yang lama sudah tidak sesuai lagi,”ujar Bupati.

Menambahkan Agung, sebagai langkah konglrit dalam memotivasi kinerja camat, maka tahun ini pemerintah mengganggarkan mobil tersebut. Tujuannya jelas kata Bupati, agar dapat digunakan sebaik-baiknya untuk menunjang tugas dan peningkatan kinerja. ”Randis yang diberikan ini hendaknya dapat selalu dibawa turun kebawah untuk menyapa masyarakat,” ujarnya.

Bupati menjelaskan pembelian mobil dinas bukan untuk pemborosan anggaran, tetapi semata-mata karena memang sesuai dengan kebutuhan. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh camat yang telah menerima kendaraan operasional untuk menunjang kinerja itu. “Para Camat harus mampu mendekatkan diri dan mengambil hati masyarakat, selain itu agar mengajak semua elemen untuk meningkatkan persatuan serta kebersamaan demi melanjutkan pembangunan di Kabupaten Lampura,”pungkasnya. (iswant/ yoan)