oleh

Tim Konsultan Gerbang Desa Saburai Evaluasi 100 Titik

Harianpilar.com, Bandarlampung – Tim Konsultan (non PNS) Gerakan Pembangunan Desa Sai Bumi Ruwai Jurai (Gerbang Desa Saburai) akan melakukan evaluasi atau monitoring ke 40 titik dari 100 desa pada pertengahan Oktober.

Koordinator Pengawasan Program Gerbang Desa Saburai, Amir Mahmud Hasan mengatakan, di tahun kedua ini sebanyak 100 desa telah diberikan bantuan dari dana APBD sebesar Rp300 juta/desa.

“Di tahun pertama lalu itu 2015 yang mengelola Bappeda dan jumlahmya baru 28 desa. Kemudian tahun ini 2016 totalnya 100 desa, masing-masing desa dapat bantuan APBD Provinsi itu Rp300 juta langsung disalurkan ke rekening desa,” jelas Amir Mahmud, saat diwawancarai seusai melakukan sosialisasi terkait Gerbang Desa Saburai, Kepada seluruh Kepala Desa (Kades) se-Provinsi Lampung, di DPD IPPMI Provinsi Lampung, Jumat (7/10/2016).

Dan 2016 ini pula, Amir mengungkapkan bahwa pelaksanaan program ini belum optimal dan efektif, karena ada beberapa Petunjuk Teknis (Juknis) dalam pelaksanaan Gerbang Desa Saburai yang harus diperbaiki lagi dari Juknis yang sudah ada sebelumnya di tahun 2015 .

“Mohon maaf ini sebelumnya, WTO 2016 ini sebelumnya disusun oleh tim sendiri sebelum kami, sementara begitu sekarang diimplementasikan ke lapangan banyak terjadi kesusahan, seperti contohnya pajak. Karena dalam Juknisnya tidak dibahas sama sekali teknisnya tentang pajak,” paparnya.

Maka dari itu, pada pertengahan Oktober , Tim Konsultan (non PNS) secara bersama-sama berencana akan melakukan monitoring ke 40 titik dari 100 desa sebagai evaluasi akhir tahun untuk rekomendasi di tahun 2017 mendatang yang menargetkan sebanyak 250 desa terprogram.

“Kita nanti akan mengunjungi 40 titik dari 100 desa yang mewakili karakter wilayah atau kegiatan pada pertengahan Oktober hingga awal November, dan ini akan menjadi bahan evaluasi akhir kita ,sehingga diakhiri tahun ini dari 100 desa kita akan merekomendasikan kepada Satker desa-desa mana yang memang layak untuk dilanjutkan dan tidak layak(masih harus dapat perhatian khusus),” jelasnya. (Ramona/JJ)