Harianpilar.com, Lampung Utara – Untuk melakukan percepatan pelayanan dalam rangka pencapaian target-target nasional dibidang administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Wakil Bupati (Wabup) Lampura Sri Widodo mewakili Bupati Agung Ilmu Mangkunegara bersama Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lampura Azhar Ujang Salim dan rombongan berkunjung sekaligus mengadakan Audensi bersama Direktoral Jendral Disdukcapil,” kita mengadakan Audensi bersama Direktorat Jendral Disdukcapil untuk percepatan pelayanan Adminduk.
Menurut dia dalam waku dekat ini rencananya Dirjen Disdukcapil akan berkunjung ke Lampung Utara (Lampura) guna melihat secara langsung kinerja apa saja yang telah dicapai oleh Kabupaten tertua di Provinsi Lampung ini.
“Dalam waktu dekat ini, Dirjen Disdukcapil akan berkunjung ke Lampung Utara untuk melihat secara langsung kinerja apa saja yang dilakukan Disdukcapil Lampura,” ujar Widodo, Selasa (4/10/2016).
Terpisah Kepala Disdukcapil Lampura Azhar Ujang Salim melalui Sekretarisnya Tien menjelaskan, pihaknya bersama Wabup Lampura H. Sri Widodo menggelar Audensi bersama Dirjen Disdukcapil untuk menyampaikan kondisi di Lampura serta meminta dukungan dan bantuan untuk perlengkapan Adminduk dalam penyelesaian target KTP-El. “Alhamdulillah pak Dirjen sendiri merespon baik dengan adanya kunjungan kita. Kita juga menyampaikan program-program yang ada di Lampura dibidang Adminduk. Beliau bahkan menjanjikan sepanjang beliau di APBN 2017 tidak ada masalah Insya Allah program-program serta bantuan yang kita ajukan bisa terkabul,” terang Tien.
Dikatakan Tien, tak hanya itu saja, bahkan Dirjen Disdukcapil ingin Kabupaten Lampura menjadi percontohan. Jika tidak ada halangan bulan Oktober 2016 mendatang Dirjen Disdukcapil akan datang untuk mengecek program Disdukcapil.
Dalam kesempatan itu juga Kepala Disdukcapil Lampura meminta bantuan satu unit mobil keliling untuk pembuatan kelengkapan Adminduk. “Insya Allah tahun ini dari APBD kita ajukan satu unit pengadaan mobil keliling Adminduk. Mudah-mudahan saja tidak ada halangan. Selain itu kita juga berbicara mengenai peralatan yang sudah mulai tua dan itu menjadi keluhan dan kendala untuk kita. Salah satunya penginputan data ke pusat yang mengalami keterlambatan hal itu terkendala karena belum diremajakannya peralatan perekaman,” jelasnya.
Kemudian tambah Tien, mengenai persedian blanko pembuatan KTP-El. Untuk kondisi saat ini karena keterbatasan anggaran APBN stok blanko sedang kosong.
Jika tidak ada kendala pencetakan akan dilakukan pada bulan November 2016 mendatang setelah ketok palu APBN-P, maka Dirjen akan memulai kembali pengadaan blanko pembuatan KTP-El. “Beberapa waktu lalu kita memang mendapat tambahan 3000 blanko dari Dirjen Disdukcapil tetapi sudah habis. Karena dalam satu hari kita bisa melakukan melayani perekaman KTP-El hingga 1000 blanko.
Bahkan dalam satu bulan terakhir ini ada 20.000 KTP-El yang belum kita cetak. Yang terpenting saat ini masyarakat melakukan perekaman terlebih dahulu. Setelah blankonya tersedia kita lakukan pencetakan,” pungkasnya. (iswant/yoan)








