oleh

Jembatan Darurat Tulangbawang Tengah Ambruk

Harianpilar.com, Tulangbawang – Jembatan darurat yang dibangun CV. Rahmad, di Tiyuh Candra Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) ambruk, saat dilintasi mobil truk bermuatan batu belah, muatan lima ton itu, masuk kesungai, Sabtu (1/10/2016) sekitar pukul 19.00 WIB.

Drektur CV. Rahmad Akbar, Samsuri mengatakan, jambatan daurat yang ambruk itu dibangun telah sesuai dengan standar. Menggunakan batang pohon kelapa, mulai tiang dan lantainya. Kapasitas jembatan hanya dapat dilalui mobil dengan muatan maksimal dua ton. Pihak CV juga telah memasang pemberitahuan, dan melarang mobil truk yang muatannya melebihi dua ton untuk melintasi jambatan darurat tersebut.

“Kami telah memasang plang larangan untuk mobil melintasi jembatan, itukan hanya dapat lintasi minibus atau truk kapasitas muatannya hanya dua ton, lebih dari itu tidak dapat melintas,” kata Samsuri, Minggu (2/9/2016).

Samsuri menjelaskan, sesuai dengan peraturan perundang undangan setiap rekanan yang membangun jambatan harus terlebih dahulu untuk membangun jambatan darurat, agar tidak menghambat perjalan warga atau masyarakat.

Menurut Samsuri, pihaknya bekerja sama dengan aparatur tiyuh, melibatkan masyarakat dan pemuda untuk mengawasi pembangunan jembatan yang sedang dikerjakan saat ini. “Kami melibatkan aparatur tiyuh, dan memperdayakan pemuda karang taruna, untuk mengawasi pembangunan jambatan yang sedang di bangun, dengan upah Rp1 juta perbulan,” kata dia.

Pendi (35), sopir mobil truk, yang terjebak ambles dijembatan daurat itu mengaku dia melintas bersama rombongan empat truk lainnya. Truk bermuatan ‎batu belah, dengan tujuan Tiuh Pulung, untuk pembangun infrastruktur jalan. Saat Pendi melintas, tiba tiba jembatan kayu ambruk.

“Malam itu kondisi hujan mas, kami tidak melihat ada plang larangan yang terpasang. Kami romobongan empat truk, dari Lampung Timur membawa batu belah yang hendak di antarkan ke proyek di tiyuh Pulung Kencana,” ujarnya.

Menurut Pendi, mobil paling depan adalah miliknya, naas baru sampai di tengah jembatan tersebut ambruk dan mengakibatkan mobilnya masuk ke sungai. “Muatan mobil saya sekitar lima ton mas,” katanya.

Truk bias keluar dari sungai, setelah mendapat bantuan menggunakan exsavator dan tracktor. Evakuasi truk baru selesai sekitar pukul 00.00 WIB, Minggu (02/10). (Lis/Mar)