Harianpilar.com, Bandarlampung – Wujud keperdulian para mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) meringankan beban para korban banjir bandang disertai longsor di Kabupaten Garut dan Sumedang, Jawa Barat.
Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Alhidayah UBL membuka posko penggalangan dana kemanusiaan di Gazebo Taman Gold Star, Kampus A, Drs H. RM. Barusman UBL.
Ketua Umum UKMI Alhidayah UBL, Iswanto menerangkan posko penggalangan ini berangkat dari bentuk keprihatinan terhadap kemalangan diterima para korban bencana dikedua wilayah itu. Bentuk nyatanya berupa dana bantuan dari seluruh komponen bangsa, tidak terkecuali UBL.
“Kita bisa lihat, dengar dan baca diberbagai media, dari bencana ini banyak korban. Selain materiil, kehilangan nyawa dan keluarga juga dialami para korban. Tanpa diminta pun,kami tergugah untuk menggalang dana, bagi mereka. Bagi kami meskipun tiap langkah dinilai kecil, Insya Allah bermanfaat dan dasar utama kegiatan ini,” ucapnya, Rabu (28/9/2016).
Ditambahkan mahasiswa Fisip UBL ini,tiap dana yang digalang para panitia akan diserahkan ke Lembaga Kemanusiaan Nasional-Pos Keadilan Peduli Ummah (PKPU) Provinsi Lampung. Kerjasama ini terbentuk tidak hanya pada penggalangan dana tiap terjadi bencana. Tapi juga dalam penyaluran dana kemalangan masyarakat.
“Dana kita itu disalurkan ke lembaga zakat itu,jadi nggak ada kesalahan persepsi negatif dan kesalahpahaman orang terkait tata cara dan tempat penstransferan dana kemanusiaan ini. Kegiatan ini ada bukti legalitasnya, soalnya lembaga itu yang mendistribusikan bantuan kita ketitik-titik lokasi bencana (longsor) Sumedang dan Garut,” paparnya.
Tak lupa, Kepala Biro Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (BPKHA) UBL Dra. Yulfriwini, M.T. ikut menjelaskan terbentuknya posko penggalangan dana UKMI Alhidayah UBL setelah melalui proses konsultasi dan konsolidasi ke pihak BPKHA.
”Kita izinkan diikuti keluar surat izin dari Biro Administrasi Umum. Alhamdulilah sejak dibuka posko ini direspon baik sivitas akademika UBL. Tapi, kami juga tekankan ke mereka (panitia) agar posko ini diketahui publik, tidak hanya dikampus. Termasuk,mencari lembaga penyaluran dana yang jelas. Mahasiswa dan masyarakat hanya perlu kejelasan (penyaluran) dananya,” tukasnya. (Rls/JJ)









