Harianpilar.com, Lampung Selatan – Bentrok antar kampung kembali terjadi di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Kali ini melibatkan dua kelompok massa Desa Waymuli dan Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Selasa (20/9/2016) malam sekitar pukul 1945 Wib.
Bentrok yang dipicu aksi pemukulan terhadap salah seorang warga Desa Kunjir tersebut, mengakiabtkan 9 bangunan rumah dan warung di Desa Waymuli mengalami rusak akibat amuk massa. Meski demikian, bentrok ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Salah seorang warga Desa Kunjir yang meminta namanya dirahasiakan menjelaskan, bentrok massa ini dipicu akibat aksi pemukulan yang dilakukan sejumlah warga desa Waymuli terhadap warga Desa Kunjir.
Tidak terima dengan perlakuan tersebut, hingga menyulut emosi sejumlah warga Desa Kunjir yang berujung pada pertikaian antar desa untuk kedua kalinya.
“Saya minta, pihak kepolisian dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Cari siapa awal mula penyebab kekisruhan ini terjadi. Agar, kejadian ini tidak sampai meluas seperti ini dan tidak menimbulkan kekhawatiran yang tidak tahu apa-apa masalah ini,” tegasnya, Rabu (21/9/2016).
Terkait hal itu Kepala Desa Waymuli Timur Zambra mengatakan, sebelumnya baru-baru ini terjadi kekisruhan antara warga Desa Waymuli Induk dan Desa Kunjir, Selasa malam (20/09) sekitar pukul 19.45 WIB, sejumlah warga Desa Kunjir merangsek masuk wilayah Desa Waymuli untuk mencari sipelaku pemukul tersebut. Massa diduga sempat melakukan pengrusakan rumah warga yang mengakibatkan kurang lebih 4 rumah warga Desa Waymuli mengalami rusak.
“Sempat terjadi saling adu lempar batu di perbatasan desa Way Muli dan Kunjir. Kejadian ini dimulai sejak abis Isya, warga sudah ribut,” kata Zambra.
Di lain pihak, untuk mengantisifasi agar tidak sampai meluas keributan antara dua kelompok di dua desa tersebut, aparat Polres Lampung Selatan dibantu anggota dari Kodim 0421 dan Satpol-PP berjaga-jaga di beberapa titik lokasi terjadinya bentrokan, sejak Selasa (20/9/2016).
Menurut Wakil Kapolres Lampung Selatan, Kompol Sastra Budi, pihaknya terus berusaha mengupayakan perdamaian antara kedua kedua belah pihak yang bertikai.
“Perdamaian masih kita lakukan, kami juga sudah menghubungi kepala desa, tokoh pemuda, tokoh masyarakat agar bisa menjaga warganya masing-masing, bisa meredam agar tidak kembali terjadi bentrokan,” pungkasnya.
Sementara itu pasca bentrok warga dua Desa Waymuli dan Desa Kunjir, puluhan aparat keamanan masih siap siaga menjaga kondusifitas di dua desa tersebut.
Dari data yang diperoleh setidaknya 180 anggota gabungan mulai dari kepolisian, TNI dan Satpol-PP, bersiaga di lokasi perbatasan antar desa yang bertikai pada Selasa malam (20/9/2016) kemarin.
Pantauan di lokasi bentrok, situasi di desa bertetangga itu mulai berangsur pulih dan kondusif. Aktifitas perekonomian warga pun mulai berjalan normal, sejumlah pertokoan sudah kembali menjalankan aktifitasnya, Rabu (21/9/2016).
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, M. Darmawan, sedikitnya 9 bangunan melilputi rumah dan warung milik warga Desa Way Muli Timur dan Desa Way Muli Induk rusak, dampak dari bentrok tersebut.
“Masih kita data, untuk segera dilaporkan ke pak bupati Zainudin Hasan, dalam upaya untuk memperbaiki sarana milik warga yang mengalami kerusakan pasca bentrok tadi malam,” kata Darmawan.
Di tempat yang sama, Camat Rajabasa, Lampung Selatan Sabilal mengatakan, kondisi saat ini sudah berangsur kondusif di dua desa tersebut. Dikatakannya, pihak kecamatan berencana akan menggelar pertemuan dengan pihak yang bertikai bersama jajaran perangkat kecamatan dan Pemkab setempat, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, sekaligus untuk mencari solusi agar persoalan tersebut tidak kembali terulang.
“Nanti, kita carikan solusi dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif dengan melibatkan masing-masing warga di desa terkait, agar suasana di desa ke depan dapat lebih baik lagi,” katanya.
Sementara itu, Kasat Sabara Polres Lampung Selatan AKP Subandi mengatakan, pihaknya tetap akan berjaga di tempat yang bertikai, untuk menjaga suasana agar tetap kondusif.
“Kita tetap di sini, sampai benar-benar kondisinya aman dan terkendali. Waktunya, mengikuti kondisi dan menyesuaikan,” tandasnya. (Saipul/Juanda)









