oleh

Mustafa Perjuangkan Petani Lampung

Harianpilar.com, Lampung Tengah – Anjloknya harga singkong di Lampung menjadi perhatian serius Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Lampung DR.Ir.Mustafa. ‘Terjun bebasnya’ harga singkong sangat dirasakan oleh petani di Lampung. Masuknya singkong inpor dari luar Negeri secara praktis memukul harga singkong dalam Negeri.

Selain melakukan koordinasi dengan beberapa perusahaan pembuat tepung, Mustafa juga berupaya memperjuangkan nasib petani ke pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pun langsung turun ke Lampung untuk menemui para petani dan pabrik pembuat tapioka bersama DR.Ir.Mustafa yang juga Bupati Lampung Tengah, Sabtu (17/9/2016). Enggar mengaku akan segera membahas masalah harga singkong ini dengan Kementerian lainnya dan para pengusaha.

“Penurunan harga singkong akan segera kami bahas dengan Menteri Pertanian dan pihak pengusaha. Harus dikaji kenapa pengusaha lebih memilih impor. Jika alasannya lebih murah, maka ini harus kita evaluasi kenapa singkong luar negeri bisa lebih murah dari pada singkong dalam negeri,” ungkap Enggar saat mengunjungi PT. Adi Karya Gemilang.

Menurutnya penetapan harga penjualan (HPP) singkong penting untuk melindungi petani dari kemungkinan anjloknya harga yang disebabkan beberapa faktor seperti panen, serbuan produk luar negeri dan lainnya. “Sudah bisa diprediksi, seluruh harga singkong dan komoditas lainnya anjlok ketika panen tiba, hal ini bisa diantisipasi hanya jika ada penetapan harga daripemerintah, inilah yang akan kita lakukan,” tandasnya.

Terkait langkah pemerintah melakukan impor sejumlah komoditas seperti singkong, gula dan daging, Enggar menjelaskan, hal ini disebabkan kurangnya ketersediaan di dalam negeri. Untuk itu peningkatan produktivitas  menjadi syarat wajib untuk menanggulangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Dia menambahkan, salah satu upaya peningkatan produktivitas akan dilakukan dengan meningkatkan kerjasama industri dengan petani. “Produksi nasional harus kita jaga dan kita tingkatkan. Jangan sampai karena tidak memadai,akhirnya kita impor. Harga pokok penjualan juga akan kita atur sehingga perusahaan bisa menyerap hasil pertanian,” tandasnya.

Terkait kunjungan kerjanya, Enggar menyatakan ingin melihat perkembangan dari industri dalam negeri yang bisa mengisi pasokan pangan. Pemerintah akan berupaya memfasilitasi dan mengatasi segala persoalan yang ada. Ini agar bisa mengembangkan iklim usaha yang baik.

Sementara itu, Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa menyatakan bahwa dirinya telah menyampaikan semua keluhan petani, terutama terkait anjloknya harga singkong. “Kita sudah sampaikan semua kepada menteri soal harga singkong utamanya. Kita berharap ada solusi dari pusat,” katanya.

Terkait upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan, Mustafa mengaku siap melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap industri pangan di Lampung Tengah. “Kami tegaskan, industry yang bermukim di Lampung Tengah harus bisa memberdayakan masyarakat sekelilingnya. Dengan ini kesejahteraan tidak hanya dirasakan oleh kaum pemodal, tapi rakyat juga bisa sejahtera,” pungkasnya. (Herman/Juanda)