Harianpilar.com, Mesuji – Sebanyak 554 siswa SMAN1 Tanjungraya, Kabupaten Mesuji gelar aksi mogok belajar. Namun aneh, aksi mogok tersebut belum jelas motipnya. Hal itu membuat kalangkabut pihak sekolah.
Kepala SMAN1 Tanjungraya, Mesuji Solehudin, S.Pd mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait tidak masuknya 554 anak didinya. Dia merasa selama dirinya menjabat sebagai pimpinan di sekolah tersebut tidak ada permasalahan, baik dengan siswa maupun guru. “Saya kurang paham kenapa siswa-siswi ini tidak masuk sekolah secara serentak dan ini juga akan kami selidiki. Hal ini juga sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan,” jelas Solehudin kemarin.
Dikatakan Solehudin, tidak masuknya siswa-siswi ini apakah mereka sengaja menggelar aksi mogok atau ada faktor lain. Ini belum jelas. Namun yang pasti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) hari ini terganggu. “Sebanyak 554 siswa melakukan aksi mogok belajar belum jelas akar permasalannya. Tetapi akan kita selidiki terlebih dahulu dan aksi ini sudah kita laporkan ke Disdik,” timpalnya.
Tetatpi, lanjut Solehudin tidak masuknya 554 siswa-siswi hari ini beredar isu bahwa ada empat opsi yang menjadi akar permasalahan yakni; permasalan keuangan, kedua permasalahan administrasi sekolah, ketiga belajar mengajar dengan terlalu mengekang siswa, dan yang terakir karena hujan lebat yang mengguyur Mesuji dari pagi hingga siang.
“Memang ada empat opsi yang berkembang di kalangan siswa. Namun yang jelas setiap permasalahan keuangan sudah kita cek, administrasi, KBM bahkan siswa kita wajibkan untuk mengikuti kegiatan ektrakulikuler. Termasuk siswa yang mengajukan proposal telah kita setujui dan didukung. Artinya tidak ada masalah,” aku Solehudin.
Lebih lanjut Solehudin mengungkapkan, dengan adanya aksi ini telah kita laporkan ke Disdik, bahkan saat ini sudah diproses kepolisian Mesuji. Agar dapat segera diselesaikan, dan tidak berlarut larut, sehingga mengganggu KBM. “Saat ini kasusnya tengah diselidiki Dinas Pendidikan serta kepolisian. Mudah-mudahan dapat segera terungkap akar permasalahannya. Karena kita tidak mengiginkan persoalan ini terus berlarut-larut dan mengganggu KBM,” tukasnya.
Sementara Sekertaris Pendidikan dan Kebudayaan Aburosid mengatakan pihaknya juga tenggah mengumpulkan bukti-bukti terkait aksi mogok yang dilakukan siswa-siswi SMS tersebut bahkan pihaknya juga sudah melakukan rapat. “Kita tenggah mencari dalang siapa yang mempraksi aksi mogok ini. Namun yang jelas hingga saat ini belum dapat kita pastikan karena masih dalam tahap penyelidikan baik oleh pihak disdik dan kepolisian,” tukasnya. (Sandri/Mar)









