Harianpilar.com, Bandarlampung – Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung, tercatat ada tiga titik api dari pembakaran hutan dan lahan yang tersebar di beberapa daerah di Provinsi Lampung.
Ke tiag daerah tersebut yakni, satu di Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah (67 %), dan dua di kawasan hutan Kabupaten Lampung Timur dengan titik koordinat yang berbeda (46-44%). Dari masing-masing persentase tersebut diketahui tingkat kepercayaannya dalam kondisi sedang.
Kepala Seksi (Kasi) data dan informasi BMKG Provinsi Lampung, Rudi Harianto menjelaskan, dari data satelit Terra/Aqua (Sensor MODIS) BMKG yang memantau hot spot, jumlah titik api akan selalu berubah setiap harinya.
“Jadi sangat dinamis. Bisa saja hari ini terdapat dua titik, dan besok bisa saja bertambah atau tak ada sama sekali,” ujar Rudi, saat dihubungi, Minggu (28/8).
Hasil pantauan BMKG beberapa pekan terakhir, titik api terbanyak yaitu berjumlah enam titik pada Sabtu (13/8) yang di antaranya empat di Kabupaten Lampung Tengah dan dua di Kabupaten Lampung Timur.
“Prediksi kita seminggu kedepan keberadaan titik api ini akan stagnan. Paling banyak enam titik api karena potensi hujan di Agustus dan September masih ada seperti di Lampung Timur dan Lampung Barat walaupun tak begitu deras,” jelasnya.
BMKG juga mengimbau, dalam menghadapi musim kemarau kali ini, bagi masyarakat yang ingin membuka lahan perkebunan atau pertanian diharapkan tak menggunakan cara pemembakaran lahan. Sebab potensi untuk terjadi kebakaran yang lebih luas akan lebih besar dibandingkan dengan pembukaan lahan dimusim penghujan.
Tindak lanjut dari pembakaran ini, BMKG yang tupoksinya memberikan informasi, selanjutnya menjadi kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pihak kepolisian dalam pengamanannya. (Fitri/Juanda)









