Harianpilar.com, Bandarlampung – Pelaksanaan Forum 3rd International Conference on Earthquake Enginerring and Disaster Mitigation (3rdICEEDM) yang diinisiasi Asosiasi Ahli Rekayasa Gempa Indonesia (AARGI) memang telah selesai dilaksanakan di Nusa Dua, Bali 1-2 Agustus, yang lalu.
Hebatnya Universitas Bandarlampung (UBL) yang menyertakan Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Ir. Hery Riyanto, S.T., M.T., sebagai perwakilan kampus dan AARGI Provinsi Lampung tidak hanya berpartisipasi sebagai peserta, tapi juga berkesempatan memberikan sumbangisih pikiran, gagasan, saran dan masukan perihal rekayasa gempa dan mitigasi bencana.
“Adanya kegiatan ini memperlihatkan ada perana nyata para akdemisi, dan praktisi propfesional yang tergabung dalam asosiasi (AARGI) disetiap provinsi bisa sinergis bersama Universitas Udayana Bali (sebagai tuan rumah) dalam melaksanakan the 3rd 3rdICEEDM ini,” kata Hery, Senin (8/8/2016).
Hery Riyanto menambahkan keikutsertaan sumbangsih UBL ternyata melengkapi berbagai masukan lainnya dari beberapa pembicara kunci ahli dari dalam dan luar negeri yakni Indonesia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, Eropa, hingga India.
“Kami telah menyampaikan hasil penelitian terkini. Dengan 3rdICEED ini diharapkan tercapai “better earthquake resistance buildings and infrastructures and safer community against earthquake in Indonesia in particular. Itu sesuai dengan moto AARGI yakni ‘Bersama Mengurangi Risiko Bencana Gempa di Indonesia’,”jelas Pakar Ahli Konstruksi Lampung ini.
Sedangkan, Presiden AARGI Prof. Dr. Ir. I Wayan Sengara, MSCE, Ph.D, ketika melalui akun media sosial facebook dalam album: aargi – the 3rd iceedm yang di share 1 Agustus pukul 21:23atas nama asosiasi sangat mengapresiasi kehadiran para anggota,termasuk dari Lampung yang diwakili UBL.
“Kehadiran 100-an orang lebih peserta ini, tidak hanya wujud keikutsertaan dan kewajiban para anggota dalam menyukseskan kegiatan tersebut,”ucapnya.
Bagi Prof.Wayan langkah partisipatif UBL yang ikut menyumbangsih pikiran dan gagasan konstruksifnya dapat membantu forum tersebut dalam mencari titik temu solutif terhadap berbagai permasalahan rekayasa gempa dan mitigasi bencana yang belum terselesaikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kita bersyukur dari pertemuan itu, kami mencapai kesepakatan tentang tata kelola pembuatan rancangan hingga rekomendasi peraturan, pedoman, standarisasi dan peninjauan kembali berkaitan ketahanan gempa pada berbagai jenis bangunan dan tata cara pembangunan apapun agar tahan gempa. Mencakup, gedung, hunian, bendungan, jalan raya, hingga fly over,” terangnya.
Tak lupa, Prof Wayan mewakili AARGI pusat mengucapkan selamat dan apresiasi tingginya kepada 34 perwakilan pengurus Komda AARGI Se-Indonesia yang sentral menjadi kunci sukses atas suksesnya acara tersebut.
“Pengapresian ini pula kami tunjukan kepada seluruh Organizing Committee AARGI Komda Bali dan Universitas Udayana. Termasuk,rasa terimakasih atas partisipasinya kepada seluruh pihak terutama pembicara, peserta (termasuk UBL), dan sponsor yang tidak bisa sebutkan satu-persatu, yang sama-sama mensukseskan acara ini,” sanjungnya.
Menyikapi pencapaian langkah Hery Riyanto di forum 3rd ICEEDM, Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, M.B.A., mengapresiasi tinggi. Hal itu menjadi portofolio membanggakan bagi UBL. (Rls/JJ)









