Harianpilar.com, Bandarlampung – Meski hari Raya Idul Fitri telah usai, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Provinsi Lampung, Perum Bulog Divre Lampung masih menerima impor daging sapi beku dari India.
Kabid Humas Perum Bulog Divre Lampung, Suzana mengatakan, hingga kini Bulog belum juga mengetahui berapa bagian yang akan didapat dari import daging sapi beku tersebut.
“Kita belum tau infonya akan dapat berapa bagian. Tetapi kita masih menunggu kabar dari pusat,” katanya melalui telepon seluler, Minggu (17/7).
Pembagian daging sapi beku ini dilihat dari daerah mana saja yang kiranya mengalami rawan akan gejolak harga dan keberadaan stock yang tidak mencukupi. Dipastikan Provinsi Lampung akan mendapatkan bagian dari impor itu.
Untuk harga jual daging sapi tersebut, Suzana mengisarkan Rp 80 ribu hingga Rp 95 ribu per kilogram (Kg). Di mana untuk daging sapi utuh harganya Rp 90-95 ribu per Kg, sedangkan daging sapi berlemak seharga Rp 80 ribu per Kg.
Suzana menjelaskan, dalam pemasarannya Bulog memiliki dua cara untuk menjual daging sapi beku itu, yakni membuat jaringan ke pedagang melalui kabid komersil atau menjualnya sendiri. Adapun sasaran penjualannya adalah restoran-restoran besar.
Seperti diketahui, Perum Bulog ditugaskan untuk mengimpor 10 ribu ton daging sapi beku hingga Desember 2016 dengan terdapat jeroan berupa hati dan jantung. (Fitri/JJ)









