Harianpilar.com, Bandarlampung – Setelah sebelumnya membuka jalur Pelabuhan Panjang-Merak, Pemprov Lampung kembali membuka jalur transportasi laut Pelabuhan Panjang- Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Panjang-Tanjung Perak, Surabaya.
Untuk menunjang aktifitas transportasi laut ini, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), menyiapkan tiga Kapal Roro yakni, Kapal Motor Mutiara Timur I. dan KM Mutiara Sentosa II serta KM Mutiara Sentosa III dengan dilengkapi fasilitas kapal seperti Live musik, Mini Bioskop,Tempat bermain anak (Play Ground), polikilinik, Cafetarian (restoran), mushola, ruang penumpang full AC, ruang sopir Full AC, tinggi deck rata rata 4,2 meter.
Kepala Bidang Laut Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Yudi Hendra mengatakan, dengan dibukanya kedua kali rute tersembut agar dapat membuat dampak bagi masyarakat tentunnya. Sehingga bisa dengan mudah mengakses menuju Panjang- Tanjung Priok.
“Nanti lounching (peresmian) pada 22 Juni langsung Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan,” kata Yudi, saat ditemui di Hotel Sheraton, Selasa (14/6/2016).
Hanya ada tiga kapal yang melayani yaitu: Kapal Roro yang dipersiapkan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran yang melayani perjalanan dari Dermaga B Pelabuhan Panjang menuju Pelabuhan Tanjung Priok dapat mengangkut sekitar 600 penumpang serta kendaraan truk dan pribadi pengangkut barang dengan membeli tiket di Kantor Koperasi Pelindo.
“Ya, kapal itu nantinya dapat mengangkut 110 truck, mobil pribadi 250 dan 300 kendaraan bermotor. Penumpang juga mendaptkan kamar, dan mendapatkan fasilitas. Sehinnga lamanya perjalanan kurang lebih 8 jam. Lebih irit. Beban jalan kita di Lampung diuntungkan, selain itu ongkos hanya Rp50 ribu bisa sampai Jakarta. Tiket tahap awal akan dijual di kantor koperasi pelindo selanjutnya akan dijual di beberapa supermarket,” jelasnya.
Menurut Yudi, kendalanya akses transportasi usai mencapai tujuan Tanjung Priok tidak ada angkot. Transportasi akses dari Tanjung Priok masih terkendala dan itu masukan buat pemerintah. Sebab, keluarnya sangat jauh dan harus menggunakan Taksi Online.
“Ya pertimbangan dibukanya rute Panjang – Tanjung Priok karena setiap tahun pada penyeberang Bakauheni lonjakan penumpang, kedua ini adalah program pemerintah terkait nawacita. Dan terlebih ini bisabisa 6 sampai 8 kali penyebrangan karena ada tiga kapal,” katanya.
Saat ditanya Tol Laut rute Panjang-Tanjung Perak yang mati suri ? Pihaknya berharap hal ini jangan kembali terulang dan sampai mati suri seperti sebelumnya.
“Walaupun begitu, pengelola tidak mengeluh dengan hal yang demikian, kayaknya memang perusahaan dia sendiri yang mengangkut barang barang perusahaannya,” jelasnya.
Saat ini belum berjalan optimal Program Tol Laut dikarenakan masih minimnya sosialisasi kemasyarakat sehingga masyarakat masih banyak yang belum mengetahui adanya penyebrangan Tol Laut Pelabuhan Panjang – Tanjung Perak.
“Harusnya itu sosialisasi di media setiap hari, kayak Garuda Indonesia yang sudah terkenal saja masih ngiklan di koran,” harap dia.
Hingga saat ini masih banyak kekurangan yang harus menjadi perkerjaan rumah bagi pemerintah untuk berjalanya program tol laut agar masyarakat dengan mudah menggunakan jalur ini. (Fitri/Juanda)










Komentar